LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Gerakan pangan murah di Kudus, beras dan minyak ludes dalam sejam

Gerakan pangan murah di Kudus, beras dan minyak ludes dalam sejam

Ratusan warga memadati halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pagi hari ini saat digelarnya program gerakan pangan murah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, seperti beras premium seharga 58.000 rupiah per lima kilogram, beras medium 68.000 rupiah, minyak goreng Minyakita 15.000 rupiah per liter, gula pasir 16.000 rupiah per kilogram, serta telur ayam 28.000 rupiah per kilogram, ditambah aneka cabai, bawang, dan gas LPG tiga kilogram dengan harga terjangkau. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga dalam waktu kurang dari satu jam, sekitar lima ton beras dan 240 liter minyak goreng ludes terjual. Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga di pasar.

Ratusan warga memadati halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pagi hari ini. Mereka datang untuk mengikuti program gerakan pangan murah yang digelar pemerintah daerah. Bahkan sebelum kegiatan resmi dimulai, warga sudah terlihat mengantre demi mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Program gerakan pangan murah ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayahnya. Selain berupaya menstabilkan harga, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi di pasar, sekaligus menjaga daya beli warga.

Berbagai komoditas ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga 58.000 rupiah per lima kilogram, sementara beras medium dibanderol 68.000 rupiah. Minyak goreng Minyakita dijual 15.000 rupiah per liter, gula pasir 16.000 rupiah per kilogram, dan telur ayam 28.000 rupiah per kilogram. Selain itu tersedia pula aneka cabai, bawang merah, bawang putih, serta gas LPG tiga kilogram dengan harga yang terjangkau.

Tingginya minat masyarakat membuat sebagian besar barang cepat terjual habis. Dalam waktu kurang dari satu jam, sekitar lima ton beras dan 240 liter minyak goreng ludes terjual, diikuti ratusan kilogram gula pasir dan telur ayam. Kondisi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Antusiasme itu juga tergambar dari cerita para warga yang hadir. Sebagian di antaranya mengaku sudah datang sejak pukul tujuh pagi dan rela berdesak-desakan serta mengantre agar bisa memperoleh kebutuhan pokok. Salah satu barang yang paling diburu adalah gas LPG tiga kilogram yang jumlahnya terbatas, sehingga tidak semua warga kebagian meski sebagian besar merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.

Bupati Kudus, Samani Intakoris, menjelaskan bahwa gerakan pangan murah merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memasarkan produk olahan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta binaan dinas pertanian setempat.

Dengan tingginya animo warga, kegiatan seperti ini diharapkan dapat digelar secara rutin. Bagi banyak keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, program pangan murah dinilai sangat membantu meringankan beban pengeluaran sehari-hari, terutama saat harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar sedang mengalami kenaikan.

Loading article...