Sejumlah muda-mudi di Pangandaran, Jawa Barat, sukses mengelola urin kelinci menjadi pupuk organik cair. Dalam satu bulan mereka mampu menjual ratusan botol sekaligus meraih keuntungan yang dinilai menjanjikan dari usaha tersebut.
Para pemuda berasal dari Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, di Kabupaten Pangandaran. Mereka tergabung dalam kelompok bernama Kelinci Gila, yang menekuni usaha ternak kelinci sekaligus mengolah limbah urin kelinci menjadi pupuk organik cair.
Proses pembuatannya membutuhkan fermentasi yang dilakukan selama enam puluh hari hingga menghasilkan pupuk yang siap dipasarkan. Dari lima belas ekor kelinci, kelompok ini mampu memproduksi ratusan botol pupuk dalam dua bulan terakhir.
Menurut ketua kelompok, Denny, penjualan dilakukan secara langsung dan juga melalui media sosial. Hasilnya, penjualan pun disebut terus meningkat dalam setiap bulannya seiring bertambahnya peminat pupuk organik buatan mereka.
Denny mengaku pada bulan ini terjual delapan puluh botol, sementara pada bulan sebelumnya mencapai seratus lima puluh botol. Untuk harganya, satu liter dijual seharga enam puluh ribu rupiah, sedangkan kemasan lima ratus mililiter dijual seharga tiga puluh lima ribu rupiah.
Untuk menghasilkan urin berkualitas, peternak harus menjaga kebersihan kandang, perawatan kelinci, dan kualitas pakan. Pupuk organik cair ini dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga lingkungan, dan mendukung kegiatan pertanian.
