Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, mengalami kenaikan yang cukup dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, yang harganya kini menembus angka 100 ribu rupiah per kilogram, jauh di atas harga sebelumnya.
Salah satu pedagang bahan pokok di pasar tersebut, Bu Iin, menjelaskan bahwa cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran 70 ribu rupiah kini sudah mencapai 100 ribu rupiah per kilogram. Padahal, menurut dia, harga normal cabai rawit merah biasanya hanya berada di kisaran 50 hingga 60 ribu rupiah.
Selain cabai rawit, bawang merah juga ikut naik. Komoditas yang dalam kondisi normal dijual sekitar 50 ribu rupiah itu kini dibanderol 70 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan turut terjadi pada wortel impor, sementara untuk bahan-bahan pokok lainnya disebut masih relatif stabil.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada aktivitas jual beli di pasar. Menurut Bu Iin, jumlah pembeli menurun sehingga pemasukan pedagang ikut berkurang, dan keuntungan yang mereka peroleh menjadi jauh lebih sedikit dari biasanya. Sepinya pasar membuat pedagang berharap kondisi ini tidak berlangsung terlalu lama.
Dampak kenaikan juga dirasakan dari sisi pembeli. Mereka mengeluhkan bahwa uang 100 ribu rupiah yang dulu cukup untuk membeli bumbu sekaligus sayur kini tidak lagi mencukupi. Sebagai gambaran, pembeli yang biasanya mendapatkan seperempat kilogram kini hanya memperoleh sekitar satu ons untuk nominal yang sama.
Di samping persoalan harga, pedagang juga menyoroti ketersediaan minyak goreng. Stok minyak goreng kemasan MinyaKita disebut sudah mulai menipis, bahkan hampir tidak tersedia sejak Maret 2026, sehingga para pedagang turut mengeluhkan hilangnya pasokan tersebut di pasar.
Meski sejumlah harga naik dan pasokan minyak menipis, para pedagang menyebut stok bahan pokok lain di pasar secara umum masih aman. Mereka berharap lonjakan harga ini segera mereda agar aktivitas di pasar kembali ramai dan daya beli masyarakat tidak terus tertekan.
