Kementerian Haji dan Umrah menegur maskapai Garuda Indonesia setelah pesawat yang mengangkut jemaah haji asal Banten mengalami keterlambatan hingga berjam-jam di Jeddah, Arab Saudi. Seperti dilaporkan tvOne News, insiden ini memicu keluhan karena para jemaah, termasuk sejumlah lanjut usia, terpaksa menunggu sangat lama sebelum akhirnya bisa terbang menuju Tanah Air.
Pesawat yang dimaksud adalah penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor GA 7603 untuk rute Jeddah menuju Jakarta. Pesawat tersebut semula dijadwalkan lepas landas pada Selasa sore waktu Arab Saudi, namun keberangkatannya tertunda jauh dari rencana semula. Momen keterlambatan itu kemudian tersebar luas setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial Instagram.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pesawat mengalami keterlambatan lebih dari lima jam sebelum akhirnya para jemaah diperbolehkan masuk ke kabin dan lepas landas beberapa saat kemudian. Penyebab utama penundaan ini adalah kepadatan lalu lintas penerbangan di terminal haji Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, yang pada musim kepulangan jemaah memang dipadati banyak penerbangan.
Yang paling disorot adalah kondisi para jemaah selama masa penantian yang panjang itu. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jemaah lanjut usia yang harus bertahan menunggu berjam-jam di bandara. Selain itu, para jemaah disebut tidak menerima kompensasi yang memadai, termasuk layanan makan, selama mereka menanti keberangkatan pesawat yang tak kunjung terbang.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan telah menegur keras pihak Garuda Indonesia. Ia meminta maskapai memberikan kompensasi kepada para jemaah yang dirugikan akibat keterlambatan ini. Menurutnya, kenyamanan dan keselamatan jemaah, terlebih mereka yang berusia lanjut, harus menjadi perhatian utama dalam setiap penerbangan haji.
Selain menegur, Kementerian Haji dan Umrah juga meminta Garuda Indonesia lebih berhati-hati dan cermat dalam mengatur jadwal penerbangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Apabila keterlambatan benar-benar tidak bisa dihindari, maskapai diharapkan segera berkoordinasi dengan kementerian sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan dan jemaah tidak harus menunggu terlalu lama.
Pihak Garuda Indonesia disebut telah menyepakati pemberian kompensasi kepada para jemaah, baik dalam bentuk layanan tambahan maupun bentuk kompensasi lainnya. Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya proses kepulangan jemaah haji Indonesia secara bertahap, di mana jemaah gelombang pertama dipulangkan melalui Bandara Jeddah pada awal Juni, sementara gelombang kedua dijadwalkan kembali melalui Bandara Madinah hingga akhir bulan.
