business | Metro TV |
Gubernur Lemhanas menyebut pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 5,6 persen, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara anggota G20. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 5,6 persen, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara seluruh negara anggota G20. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Tubagus Aceh Hasan Chadzili dalam pembukaan Seminar Nasional di Jakarta sebagaimana dilaporkan Metro TV.
Seminar yang mengangkat tema akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global tersebut menekankan pentingnya menjaga tren pertumbuhan positif. Gubernur Lemhanas menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia memasang target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Menurut Gubernur Lemhanas target tersebut merupakan sasaran yang realistis mengingat tren pertumbuhan saat ini yang berada di angka 5,61 persen. Diproyeksikan pada tahun 2027 pertumbuhan akan berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sebagai batu loncatan menuju target akhir.
Pencapaian ini terjadi di tengah tantangan geopolitik global yang signifikan termasuk ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada harga energi dunia. Minyak mentah jenis Brent yang melonjak hingga di atas 96 dolar per barel memberikan tekanan tambahan pada perekonomian Indonesia sebagai negara importir energi. Namun diversifikasi ekonomi dan pasar domestik yang kuat menjadi penopang pertumbuhan.
Para ekonom menilai bahwa untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen diperlukan reformasi struktural yang mendalam termasuk peningkatan investasi infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dan percepatan digitalisasi ekonomi. Langkah strategis dalam penguatan iklim investasi dan simplifikasi regulasi juga menjadi kunci untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung yang akan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.