LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Indonesia dan Filipina sepakati perdagangan sistem barter

Indonesia dan Filipina sepakati perdagangan sistem barter

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan kesepakatan sistem barter perdagangan antara Indonesia dan Filipina untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Indonesia akan mengimpor serat abaka dan bijih besi, sementara produk tekstil olahannya diekspor kembali ke Filipina.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan adanya kesepakatan sistem barter perdagangan antara Indonesia dan Filipina. Pengumuman ini menandai bentuk kerja sama dagang yang berbeda dari skema pembayaran pada umumnya. Kesepakatan tersebut menjadi sorotan di tengah dinamika perdagangan kedua negara. Skema ini disebut sebagai langkah yang sengaja dirancang untuk kebutuhan tertentu.

Menurut Budi Santoso, skema barter ini diterapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Dengan model barter, transaksi antara kedua negara tidak lagi bertumpu pada dolar. Hal ini menjadi salah satu tujuan utama dari kesepakatan yang diumumkan. Pendekatan ini dipandang sebagai cara untuk menyiasati ketergantungan pada satu mata uang.

Kesepakatan ini melibatkan langsung para pelaku usaha dari kedua negara. Budi Santoso menyebut bahwa sistem barter ini disaksikan antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina. Dengan demikian, skema tersebut tidak hanya berada di tataran pemerintah, tetapi juga menyentuh sektor usaha. Keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting dari penerapan barter ini.

Salah satu komoditas yang menjadi bagian dari skema ini adalah serat abaka. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan mengimpor serat abaka dari Filipina. Serat abaka ini disebut digunakan sebagai bahan baku tekstil. Komoditas inilah yang menjadi titik awal dari rangkaian pertukaran barang antara kedua negara.

Serat abaka yang diimpor kemudian akan diolah oleh pelaku usaha di dalam negeri. Bahan baku tersebut diproses oleh perusahaan dari kalangan asosiasi tekstil Indonesia menjadi produk tekstil. Setelah menjadi produk jadi, hasil olahan itu tidak berhenti di pasar dalam negeri. Produk tekstil tersebut nantinya diekspor kembali ke Filipina.

Selain serat abaka, skema barter ini juga mencakup komoditas lain. Budi Santoso menyebut bahwa Indonesia turut mengimpor bijih besi dalam kesepakatan ini. Bijih besi tersebut akan digunakan sebagai bahan baku baja. Komoditas ini melengkapi daftar barang yang dipertukarkan dalam skema barter antara kedua negara.

Inti dari keseluruhan kesepakatan ini adalah penerapan sistem barter secara konsisten. Dengan sistem ini, kedua negara melakukan pertukaran barang tanpa menggunakan mata uang dolar. Baik impor serat abaka maupun bijih besi, hingga ekspor produk tekstil, berjalan dalam kerangka barter. Skema ini menegaskan upaya mengurangi ketergantungan pada dolar dalam hubungan dagang Indonesia dan Filipina.

Loading article...