Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71 Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, dilaporkan telah masuk dalam status kritis. Situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas tanggul yang selama ini menahan luapan lumpur di kawasan tersebut.
Status kritis itu dipicu oleh volume lumpur dan air di dalam kolam penampung yang disebut telah melampaui ketinggian tanggul, yakni 15 meter. Dengan kondisi tersebut, beban yang ditanggung tanggul menjadi semakin berat dan rawan.
Tingginya volume lumpur dan air yang sudah melewati batas tanggul ini berpotensi mengancam infrastruktur penting di sekitarnya. Dua di antaranya adalah jalur kereta api dan jalan nasional yang berada tidak jauh dari lokasi kolam penampung lumpur.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Gempol Sari, Kecamatan Tanggulangin. Di lokasi tersebut, rembesan air lumpur mulai muncul di beberapa titik tanggul, menandakan bahwa tekanan terhadap tanggul tidak hanya terjadi di satu tempat.
Munculnya rembesan di sejumlah titik memicu kekhawatiran warga setempat. Kekhawatiran itu semakin besar karena masyarakat di kawasan ini masih menyimpan trauma terhadap peristiwa jebolnya tanggul yang pernah terjadi pada tahun 2014 silam.
Dengan dua lokasi yang kini menunjukkan kondisi mengkhawatirkan, baik melampauinya ketinggian tanggul di titik 71 maupun rembesan di Gempol Sari, ancaman terhadap permukiman dan infrastruktur di sekitar semburan lumpur Lapindo kembali mengemuka. Situasi ini menuntut kewaspadaan agar tidak terulang kejadian jebolnya tanggul seperti yang pernah dialami warga sebelumnya.
