Banjir rob yang terus meninggi melanda Desa Tunggul Sari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Air laut yang merangsek masuk ke daratan tidak hanya menggenangi lahan pertambakan, tetapi juga merendam permukiman warga. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan membuat warga setempat berada dalam situasi yang semakin sulit dari hari ke hari.
Dampak banjir rob paling terasa pada sektor pertambakan yang menjadi tumpuan hidup warga. Setidaknya 80 hektare lahan tambak berubah menjadi genangan air laut akibat luapan rob yang terus meninggi. Tidak berhenti di area tambak, genangan juga merendam akses jalan utama serta rumah-rumah warga di sekitar kawasan tersebut.
Menghadapi kondisi itu, pemerintah desa melakukan patroli dan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengimbau agar segera melakukan evakuasi ke posko yang telah disiapkan. Meski demikian, hingga kini masih banyak warga yang memilih untuk bertahan di rumah masing-masing dan belum bersedia meninggalkan tempat tinggal mereka.
Sebagai langkah antisipasi apabila kondisi terus memburuk, pemerintah desa juga menyiapkan perahu evakuasi untuk membantu warga. Tercatat ada sekitar 50 kepala keluarga di wilayah yang paling terdampak yang masih bertahan di tengah genangan, meski air terus menggenangi lingkungan tempat tinggal mereka.
Selama dua bulan terakhir, banjir rob tidak hanya melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menekan kondisi ekonomi masyarakat. Sebagian besar warga di kawasan ini menggantungkan penghasilan mereka pada usaha tambak, sehingga genangan yang berkepanjangan turut memukul sumber mata pencaharian utama mereka.
Pihak desa menegaskan akan terus mengimbau warga yang terdampak, terutama mereka yang sakit, agar bersedia mengungsi. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sendiri atau menumpang di rumah tetangga yang genangannya relatif lebih rendah. Warga bersama pemerintah desa berharap perbaikan tanggul dapat segera dilakukan agar banjir tidak terus meluas.
