LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Gubernur Pramono tinjau pengelolaan sampah lewat biopori jumbo di Pondok Lapa, Duren Sawit, Jakarta Timur

Gubernur Pramono tinjau pengelolaan sampah lewat biopori jumbo di Pondok Lapa, Duren Sawit, Jakarta Timur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengelolaan sampah melalui metode biopori jumbo di RW 14 Kelurahan Pondok Lapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ia mengapresiasi inisiatif warga dan menyebut langkah ini bisa menjadi percontohan, sementara produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 9 ribu ton per hari yang sebagian besar diolah menjadi listrik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengelolaan sampah melalui metode biopori jumbo di RW 14 Kelurahan Pondok Lapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur serta Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur.

Pramono mengapresiasi warga RW 14 yang dinilai telah memulai gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari lingkungan mereka bahkan sebelum terbitnya instruksi Gubernur tentang gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber. Ia berharap inisiatif tersebut dapat dijadikan contoh pengelolaan sampah bagi masyarakat Jakarta secara lebih luas.

Menurut Pramono, RW 14 yang memiliki enam RT itu mengambil inisiatif untuk mengelola sampahnya dengan metode biopori jumbo. Ia menjelaskan bahwa proses biopori rata-rata memakan waktu sekitar tiga bulan, dan apabila berjalan dengan baik, langkah ini bisa menjadi role model atau percontohan untuk penanganan sampah yang ada di Jakarta. Ia menegaskan sengaja ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah oleh Pemerintah DKI Jakarta tidak dilakukan setengah hati.

Di tingkat kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah memperkuat pengelolaan sampah melalui berbagai fasilitas berskala besar. Pramono menyebut bahwa produksi sampah di Jakarta mencapai kurang lebih 9 ribu ton per hari, dan pemerintah berupaya agar seluruh volume tersebut dapat tertangani dengan baik.

Ia memaparkan bahwa sebagian besar sampah tersebut digunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah yang berada di Bantar Gebang dan Sunter, sementara sebagian lainnya diarahkan ke Rorotan, termasuk melalui fasilitas RDF yang ada di Rorotan dan Bantar Gebang. Saat ini juga tengah dikembangkan pembangkit listrik untuk mengolah sampah menjadi energi bahan bakar di Bantar Gebang, dengan harapan agar sekitar 9 ribu ton sampah harian Jakarta dapat seluruhnya termanfaatkan.

Khusus di RW 14 Pondok Lapa, diketahui terdapat 150 titik biopori jumbo yang melayani sekitar 300 rumah. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa dapur dan sisa makanan, dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk kemudian diolah menjadi kompos di lingkungan warga itu sendiri.

Dengan pola tersebut, sampah organik dapat dikelola langsung di lingkungan tempat tinggal warga dan tidak seluruhnya harus dikirim ke tempat pengolahan akhir. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban penanganan sampah di Ibu Kota sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Loading article...