Kebakaran yang melanda tempat pembuangan akhir atau TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Sabtu sore masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Peristiwa ini telah memasuki hari kelima, dan di area timbunan sampah masih terlihat kepulan asap yang terus membumbung, meski kobaran api di permukaan mulai berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Situasi tersebut membuat penanganan di lokasi belum bisa dianggap tuntas.
Menurut laporan dari lokasi, sulitnya api dipadamkan disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan. Angin kencang serta kandungan gas metana di dalam timbunan sampah membuat api terus muncul dari tumpukan tersebut. Bara api yang masih aktif di lapisan dalam dan tertutup material sampah menjadi alasan utama mengapa kebakaran begitu sulit dikendalikan meski sudah berhari-hari berlangsung.
Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai skema, baik melalui jalur darat maupun jalur udara. Petugas menggunakan pengeboman air atau waterbombing dari helikopter, sementara di darat tim terus menyemprotkan air ke titik-titik api. Selain itu, disiapkan pula metode injeksi untuk menjangkau bara di bagian dalam, dengan strategi yang dirancang untuk mempercepat proses pendinginan sekaligus mencegah api meluas ke daerah lain.
Tantangan terbesar justru berada di bagian bawah timbunan sampah. Karena bara masih aktif di dalam tumpukan, asap terus keluar hampir sepanjang hari, dan proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Petugas harus terlebih dahulu membuka timbunan sampah menggunakan alat berat ekskavator sebelum akhirnya dapat menyemprotkan air ke lapisan paling bawah dari tumpukan tersebut.
Sejumlah unsur dikerahkan untuk menangani kebakaran ini. Pemadam kebakaran bersama TNI, Polri, dan BNPB, serta para relawan, terus bekerja tanpa henti berusaha memadamkan api di sekitar area TPA. Petugas kepolisian juga berjaga di lokasi untuk menghindari kerumunan warga yang datang menonton kebakaran di sekitar area tempat pembuangan akhir tersebut.
Dampak kebakaran turut dirasakan oleh warga di sekitar lokasi. Kualitas udara di kawasan itu ikut menurun, sehingga masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus berada di sekitar lokasi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, tiga desa dilaporkan terdampak, yakni Desa Jatiwaringin, Tanjakan Mekar, dan Desa Gintung, dengan warga dari anak-anak hingga orang dewasa yang terpaksa berkumpul menjauhi titik api.
Pemerintah memastikan proses pemadaman dan penanganan dampak kebakaran masih terus dilakukan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendro Priyondo pada hari itu meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin untuk memantau proses pemadaman api, sekaligus melihat dampak kebakaran terhadap lingkungan dan warga sekitar. Petugas menargetkan agar penanganan kebakaran ini dapat diselesaikan dalam pekan ini.
