Kuba terus menghadapi kekurangan pembangkit listrik yang signifikan akibat infrastruktur yang sudah tua, kapasitas pemeliharaan yang terbatas, serta kendala impor bahan bakar akibat sanksi Amerika Serikat.
Aktivitas di wilayah tersebut lumpuh total akibat listrik yang hanya dapat menyala 1 jam hingga beberapa menit setiap harinya. Aktivitas rumah tangga, sistem komunikasi, serta sekolah-sekolah terhenti total.
Pemadaman diperkirakan akan semakin parah dengan defisit puncak sebesar 2.083 MW. Puluhan demonstran berkumpul di kedutaan besar Kuba di Madrid untuk memberikan dukungan di tengah blokade Amerika Serikat.
Warga Madrid membawa bendera Kuba serta meneriakkan hentikan blokada oleh Amerika Serikat. Demonstran juga mengkritik sikap Uni Eropa yang dianggap tunduk terhadap Amerika Serikat.
