Sebuah bangunan bersejarah yang dahulu digunakan sebagai markas perjuangan di Dusun Kaliwunglon, Kelurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Tempat yang seharusnya menjadi pengingat perjuangan para pahlawan itu terlihat tidak terawat dan nyaris luput dari perhatian.
Kondisi fisik bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang jelas. Sejumlah bagian dinding bambu mengalami kerusakan dan berlubang akibat faktor usia serta minimnya perawatan berkala. Atap bangunan pun dilaporkan banyak yang bocor, sementara lingkungan di sekitarnya dibiarkan tidak tertata sehingga memperburuk keadaan situs secara keseluruhan.
Warga setempat menyebut salah satu kendala utama dalam pengelolaan situs ini adalah status tanah yang hingga kini masih menjadi milik pribadi. Kondisi tersebut membuat upaya perlindungan dan pengembangan situs sulit dilakukan secara optimal, karena tidak ada kejelasan mengenai pihak yang berwenang merawat dan menatanya.
Ketiadaan petugas khusus yang merawat bangunan turut memperparah keadaan. Akibatnya, bagian dalam bangunan terlihat kotor dan dipenuhi debu karena lama tidak dibersihkan. Tidak adanya instalasi listrik membuat ruangan semakin sulit dimanfaatkan, sementara nilai sejarah yang melekat pada tempat ini perlahan terancam terlupakan.
Akses menuju situs juga menjadi persoalan tersendiri. Jalan yang masih berupa jalan berbatu dan belum pernah diaspal membuat lokasi sulit dijangkau, sehingga situs ini sepi pengunjung. Kondisi jalan yang rusak parah dinilai warga sebagai salah satu penyebab utama minimnya kunjungan ke tempat bersejarah tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera memperjelas status pengelolaan situs, menunjuk juru pelihara, serta memperbaiki akses jalan menuju lokasi. Mereka juga berharap kegiatan edukasi berupa napak tilas sejarah dapat dihidupkan kembali, agar nilai perjuangan para pahlawan tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda di masa mendatang.
