culture | Metro TV |
Ribuan warga Madura yang merantau pulang kampung dalam tradisi Toron menjelang Idul Adha, memadati Jembatan Suramadu sejak beberapa hari sebelum hari raya. Tradisi yang dilakukan di tiga hari besar Islam ini merupakan kewajiban bagi warga Madura untuk bertemu keluarga dan menjaga silaturahmi.
Ribuan warga Madura yang selama ini tinggal di perantauan memadati Jembatan Suramadu untuk pulang ke kampung halaman menjelang perayaan Idul Adha. Fenomena tahunan yang dikenal sebagai tradisi Toron ini sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelum hari raya, menciptakan kepadatan lalu lintas yang signifikan di jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura tersebut. Tradisi Toron, yang secara harfiah berarti turun, merupakan suatu kewajiban bagi warga Madura yang sedang ada di perantauan.
Pelaksanaan tradisi Toron biasanya dilakukan pada tiga hari besar umat Islam, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, dan hari kelahiran Nabi Muhammad. Namun dari ketiga momen tersebut, tingkat pelaksanaan Toron yang paling tinggi terjadi pada saat hari raya Idul Adha. Para pemudik berbondong-bondong meninggalkan kota-kota perantauan mereka di Surabaya, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya untuk kembali ke Madura.
Tradisi Toron dilakukan dengan tujuan utama untuk bertemu langsung dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Selain sebagai bentuk bakti kepada keluarga, Toron juga berfungsi sebagai sarana untuk menjaga tali silaturahmi dengan para kerabat setelah sekian lama meninggalkan kampung halaman. Bagi masyarakat Madura, pulang kampung pada hari besar bukan sekadar tradisi melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap akar budaya dan ikatan keluarga yang dijunjung tinggi.
Sementara itu, momen libur panjang Idul Adha juga dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara luas untuk berwisata bersama keluarga ke berbagai destinasi favorit. Sejumlah kawasan wisata ternama seperti pantai Ancol di Jakarta Utara, Masjid Raya Al-Jabbar di Kota Bandung, dan kawasan Malioboro di Yogyakarta terus dipadati oleh wisatawan sejak pagi hari. Para pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana liburan dan mengisi waktu luang.
Di kawasan wisata religi Masjid Raya Al-Jabbar, ribuan wisatawan dari berbagai daerah datang untuk menikmati keindahan arsitektur masjid bergaya Timur Tengah yang telah menjadi salah satu ikon Jawa Barat. Selain berwisata religi, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah Islam melalui museum yang berada di dalam kompleks masjid. Tradisi Toron dan wisata hari raya mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang memadukan nilai-nilai spiritual, ikatan kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam setiap perayaan hari besar keagamaan.