Wajah bahagia dan haru terlihat dari para jemaah haji Indonesia saat keluar dari area pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sambil mendorong tas koper masing-masing, para jemaah disambut penuh kerinduan oleh keluarga yang telah menunggu kepulangan mereka dari tanah suci.
Momen paling mengharukan terjadi ketika tiga orang jemaah haji langsung sujud syukur setelah berhasil menuntaskan ibadah haji bersama keluarga. Ungkapan rasa syukur ini menjadi pemandangan yang menggugah di tengah keramaian bandara.
Cerita hangat kerinduan keluarga di tanah air juga dirasakan jemaah haji asal Kabupaten Sopeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Haji Kulase menjadi pusat perhatian karena membawa sejumlah boneka unta yang digantung di lehernya, pesanan khusus dari anak dan cucu tercintanya.
Kulase membeli sembilan boneka unta untuk kesembilan cucunya. Menurutnya boneka berbentuk unta menjadi favorit anak-anak karena identik dengan tanah suci. Pesan dari sang cucu sebelum keberangkatan ke Mekah menjadi motivasi tersendiri untuk memenuhi permintaan mereka.
Saat ditanya tentang alasan membeli begitu banyak boneka, Kulase menjelaskan dengan tulus bahwa ketika pertama kali melihat penjual unta, yang terbayang di benaknya adalah wajah cucu-cucunya. Maka tanpa ragu ia membelikan boneka untuk semua sembilan cucunya.
Kepulangan jemaah haji tahun ini berlangsung lancar dengan koordinasi yang baik antara pihak bandara dan penyelenggara ibadah haji. Suasana haru dan penuh suka cita mewarnai setiap sudut area kedatangan di terminal bandara.
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang mampu. Bagi sebagian besar jemaah dari Indonesia, perjalanan ke tanah suci merupakan pengalaman seumur hidup yang dinanti-nantikan selama bertahun-tahun. Momen kepulangan menjadi penutup yang penuh makna dari perjalanan spiritual mereka.
