Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran telah menembaki empat kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa mengantongi izin resmi. Keempat kapal tersebut akhirnya dipaksa putar balik setelah mendapatkan peringatan keras dari pihak militer Iran.
Insiden ini terjadi setelah pada malam sebelumnya sejumlah kapal terciduk mencoba menerobos kawasan selat secara ilegal dengan sengaja mematikan sistem navigasi dan radar. Pasukan Iran langsung mencegat kapal-kapal tersebut sementara sisanya dipaksa putar balik melalui peringatan radio.
Di sisi lain, Iran juga mengklaim bahwa dua puluh enam kapal berhasil melintasi Selat Hormuz secara aman dalam dua puluh empat jam terakhir setelah mengantongi izin resmi dan berkoordinasi dengan angkatan lautnya. Pengawalan ketat ini dilakukan untuk menegaskan kedaulatan Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Merespons aksi militer Iran, Departemen Keuangan Amerika Serikat langsung menjatuhkan sanksi terhadap Otoritas Selat Teluk Persia bentukan Iran ke dalam daftar hitam di bawah kampanye sanksi ekonomi terbaru. Langkah ini mempertegas ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.
Krisis di Selat Hormuz terus mendorong harga minyak mentah naik hingga empat persen ke angka sembilan puluh tujuh koma delapan dolar per barel. Sejumlah negara termasuk Inggris dan Prancis sudah mulai membangun rencana aliansi untuk mengawal kapal tanker mereka secara mandiri setelah perang usai.
