Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa kini mulai memukul sektor usaha kecil dan menengah. Salah satu yang paling terdampak adalah para pengusaha makanan beku atau frozen food, yang aktivitas usahanya sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil untuk menjaga stok dagangan mereka tetap segar.
Di Kebumen, Jawa Tengah, sejumlah pengusaha kini dihadapkan pada ancaman kerugian besar. Bahan baku makanan yang mereka simpan di dalam mesin pendingin terancam rusak setiap kali aliran listrik tiba-tiba terputus. Bagi usaha yang menyimpan daging dan produk laut, gangguan listrik bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman langsung terhadap kelangsungan usaha.
Salah satu yang mengalaminya adalah pengusaha daging dan seafood di Jalan Sarbini, Kebumen. Pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba pada jam sibuk, dari sore hingga malam hari, membuat freezer penyimpanan tidak berfungsi. Akibatnya, sebagian stok daging dan makanan laut cepat rusak dan membuat pengusaha menanggung kerugian.
Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha makanan beku. Para pengusaha kafe juga ikut mengeluhkan kondisi serupa. Mereka menyayangkan langkah PLN yang melakukan pemadaman tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga mereka tidak sempat mengantisipasi gangguan terhadap kegiatan usaha mereka.
Menanggapi banyaknya keluhan dari masyarakat, PT PLN menyampaikan permohonan maaf. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo, menjelaskan bahwa gangguan pasokan batu bara berkalori menengah serta kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap swasta menjadi penyebab utama keluarnya sejumlah pembangkit dari sistem kelistrikan Jawa.
PLN menyatakan tengah bekerja sama dengan tim mitra untuk memperbaiki pembangkit yang bermasalah agar pasokan listrik dapat kembali normal. Perusahaan juga menyampaikan bahwa pihaknya memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat peristiwa ini, sembari berharap kondisi kelistrikan di Jawa dapat segera pulih sepenuhnya.
