Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan rencananya untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pengembangan energi hijau. Dukungan itu juga diarahkan untuk membantu mewujudkan swasembada energi yang menjadi target pemerintah. Pertemuan ini menempatkan tokoh senior tersebut kembali di pusat agenda energi nasional.
Jusuf Kalla tiba di kompleks istana tidak sendirian. Ia datang bersama putranya, Solihin Kalla, yang menjabat sebagai Presiden Direktur Kalla Group. Keduanya disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum kemudian menemui Presiden Prabowo. Kehadiran pimpinan Kalla Group menandakan bahwa pembicaraan tidak hanya bersifat politis, tetapi juga menyangkut rencana bisnis yang konkret.
Pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dalam kesempatan itu, JK menyatakan kesiapannya untuk mendukung peningkatan kapasitas energi nasional. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan energi pemerintah. Pesan utamanya adalah bahwa pihak swasta siap ikut berperan dalam mendorong ketahanan energi negara.
Inti dari rencana yang disampaikan menyangkut penambahan kapasitas pembangkit listrik. Menurut Jusuf Kalla, selama ini telah dibangun pembangkit listrik tenaga air atau PLTA dengan kapasitas 1.500 megawatt. Kapasitas itu rencananya akan ditambah lagi sebesar 2.000 megawatt. Penambahan tersebut juga mencakup pembangkit listrik tenaga gas atau PLTG sebagai bagian dari bauran energi.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kalla Group menyiapkan komitmen investasi yang besar. Jusuf Kalla menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan dana investasi sekitar 60 hingga 70 triliun rupiah. Investasi sebesar itu ditujukan untuk mendukung proyek penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional. Angka tersebut menunjukkan skala proyek yang tidak kecil bagi sektor energi dalam negeri.
Rencana investasi ini mendapat tanggapan langsung dari Presiden Prabowo. Menurut Jusuf Kalla, Presiden menyetujui agar proyek tersebut segera direalisasikan. Persetujuan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah membuka ruang bagi partisipasi swasta dalam pembangunan pembangkit listrik. Dengan persetujuan tersebut, proyek diharapkan dapat bergerak dari tahap rencana menuju pelaksanaan.
Jusuf Kalla menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah. Penambahan kapasitas pembangkit, baik dari tenaga air maupun tenaga gas, dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus tumbuh. Dengan keterlibatan kelompok usaha besar, pemerintah berharap pengembangan energi nasional dapat berjalan lebih cepat. Pertemuan di Istana Merdeka ini menjadi salah satu penanda arah kebijakan energi ke depan.
