PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan yang identik dengan pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang selama ini dikenal publik lewat konten hiburan, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu emiten baru yang menarik perhatian pelaku pasar modal Tanah Air.
Pada debut perdananya di lantai bursa, saham dengan kode emiten RANS langsung bergerak melesat tajam. Harga sahamnya naik hingga 25 persen dari harga penawaran awal yang dipatok di angka Rp384 per lembar. Lonjakan tersebut membawa harga saham RANS meningkat pesat hingga menyentuh level Rp480 per saham pada perdagangan awalnya.
Kenaikan yang setajam itu bahkan langsung mendobrak batas auto rejection atas atau ARA dari aksi korporasi ini. Batas ARA merupakan mekanisme yang membatasi seberapa jauh harga sebuah saham boleh naik dalam satu hari perdagangan, sehingga tersentuhnya batas tersebut pada hari pertama mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten yang baru melantai ini.
Terkait pemanfaatan dana yang diperoleh, pihak perusahaan menyatakan bahwa hasil dari aksi korporasi ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat ekosistem media digital yang menjadi tulang punggung bisnisnya. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi tiga unit usaha baru yang menyasar sektor kuliner serta gaya hidup.
Dalam kesempatan itu, Raffi Ahmad menggambarkan dirinya sebagai sosok yang menyukai tantangan dan terbiasa berpikir jauh ke depan. "Saya suka tantangan, saya visioner, saya suka sesuatu hal yang jauh untuk saya pikirkan di masa depan," ujarnya, menegaskan visinya dalam membawa perusahaan ke tahap yang lebih besar melalui pencatatan saham ini.
Ia juga menekankan bahwa RANS kini bukan lagi sekadar nama yang melekat pada dirinya dan Nagita Slavina. Menurutnya, perusahaan yang awalnya hanya membuat konten sederhana itu telah menjelma menjadi entitas yang jauh lebih luas, dengan sejumlah lini usaha seperti Cipungland, unit barang konsumsi atau FMCG, hingga bisnis makanan dan minuman.
Raffi menyebut sejumlah nama seperti Rayanza dan Cipungland sebagai bagian dari kekayaan intelektual atau IP yang dimiliki perusahaan. Melalui pencatatan saham ini, ia mengaku ingin membuktikan bahwa sebuah nama besar dapat berubah menjadi satu kendaraan warisan atau legacy yang, apabila dikelola secara profesional, mampu terus bertumbuh pada masa mendatang.
