Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengganas pada awal pekan ini. Pada perdagangan Senin sore, 15 Juni 2026, IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 4,12 persen ke level 6.254,97. Penguatan tajam ini menjadi lanjutan dari tren positif yang sudah terbangun pada pekan sebelumnya, ketika indeks akhirnya berhasil menembus kembali level psikologis 6.000 pada akhir pekan lalu. Lonjakan tersebut menandai pemulihan yang cukup signifikan bagi pasar modal dalam negeri.
Penguatan pada Senin ini melengkapi rangkaian rebound yang terjadi sepanjang sepekan terakhir. Tekanan beli yang kuat mendorong indeks terus melaju, menjauh dari posisi terendahnya, sekaligus mengembalikan kepercayaan para pelaku pasar. Kenaikan lebih dari empat persen dalam satu hari perdagangan tergolong tajam dan mencerminkan derasnya aliran dana yang masuk ke bursa pada periode tersebut.
Perjalanan indeks sepanjang pekan lalu memang penuh gejolak. IHSG sempat diawali dengan penurunan pada perdagangan Senin 8 Juni 2026, ketika indeks terkoreksi tajam 4,52 persen ke level 5.342,14. Namun sehari kemudian indeks langsung menunjukkan ketangguhannya dengan mencatatkan penguatan tajam sebesar 7,57 persen ke level 5.746,65 pada penutupan perdagangan Selasa 9 Juni 2026, membalikkan arah pergerakan pasar secara cepat.
Pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026, IHSG sempat mengalami koreksi tipis sebesar 0,28 persen ke level 5.886,03. Koreksi ini dianggap sebagai konsolidasi yang wajar setelah indeks menanjak kuat dengan lonjakan kenaikan yang tajam. Performa perdagangan kemudian ditutup sangat baik pada Jumat 12 Juni 2026, ketika indeks mempertahankan posisi di zona hijau dengan kenaikan 2,07 persen dan kembali mencapai level 6.007,66.
Pembalikan arah pergerakan pasar ini dipicu oleh sentimen positif dari hasil pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Direktur Bank Himbara, TASPEN, BP Danantara, INA, dan Menteri Sekretaris Negara. Dari pertemuan tersebut muncul sinyal kuat dari pemerintah bahwa saham-saham perbankan milik negara dinilai layak untuk dibeli. Strategi sinergi antara parlemen, pemerintah, dan jajaran badan usaha milik negara dianggap berhasil memberikan suntikan oksigen segar bagi pasar modal tanah air.
Ketua Umum Himbara menyatakan bahwa kinerja emiten Himbara, yakni BBNI, BBRI, BMRI, dan BBTN, secara fundamental berkinerja sangat bagus dan saat ini dinilai sebagai kinerja terbaik Himbara. Menurutnya, dengan kondisi fundamental yang kuat tersebut, para pelaku pasar tidak perlu memiliki kekhawatiran maupun keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa. Pernyataan itu turut memperkuat keyakinan investor terhadap saham-saham perbankan pelat merah.
Penguatan juga terlihat di pasar uang. Rupiah mencatat penguatan terbesar di kawasan Asia, yakni sebesar 0,85 persen, disusul peso Filipina yang menguat 0,53 persen dan rupee India yang juga menguat 0,53 persen. Sementara itu, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada sore itu dengan pelemahan 0,001 persen. Sentimen positif yang kembali menyuntikkan energi ke pasar modal ini diharapkan mampu menjadi bahan bakar bagi IHSG untuk terus melaju di zona hijau sepanjang pekan ini.
