LIVE consensus avg84%
UTC--:--:-- edition--.--.--

5 WNI ditangkap tentara Israel saat misi kemanusiaan Global Flotilla menuju Gaza

5 WNI ditangkap tentara Israel saat misi kemanusiaan Global Flotilla menuju Gaza

Lima warga negara Indonesia ditangkap oleh tentara Israel saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Peace Flotilla yang berupaya menembus blokade Gaza di perairan internasional.

Lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh tentara Israel saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Peace Flotilla yang berupaya menembus blokade Gaza di perairan internasional. Kontak dengan kelima WNI terputus setelah kapal mereka diintersepsi, sesuai dengan protokol keamanan yang mengharuskan semua perangkat komunikasi dibuang ke laut saat tentara Israel menaiki kapal.

Global Peace Convoy Indonesia telah menyiapkan tim pengacara dari lembaga bantuan hukum Adalah di Tanah Palestina untuk memperjuangkan hak hukum para relawan yang ditangkap. Seluruh relawan telah menandatangani surat kuasa (power of attorney) sebelum keberangkatan. Organisasi juga sedang mempersiapkan jalur pemulangan melalui negara-negara transit.

Sementara itu, empat delegasi Indonesia lainnya masih berada di kapal dan terpantau melalui live tracker. Sepuluh kapal lainnya dari rombongan flotilla terus melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Relawan-relawan melaporkan semangat tetap tinggi meskipun ada penangkapan, dengan kegiatan ibadah dan solidaritas terus berlangsung di kapal-kapal yang masih berlayar.

Ini bukan pertama kalinya intersepsi seperti ini dilakukan oleh Israel. Pada tahun 2025, relawan Global Peace Flotilla juga sempat ditangkap dan ditahan di Israel sebelum akhirnya dibebaskan. Beberapa minggu lalu, delegasi flotilla juga dicegat paksa di perairan internasional. Namun pengalaman-pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan kemanusiaan.

Global Peace Convoy Indonesia mengecam keras tindakan tentara Israel yang menangkap dan mengintersepsi kapal-kapal di perairan internasional yang membawa misi kemanusiaan. Organisasi meminta bantuan pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk membebaskan para WNI dan menjamin keselamatan mereka.

Sources

Loading article...