Muhammad Firdaus, seorang jemaah haji asal Indonesia, dilaporkan hilang di Kota Mekkah, Arab Saudi. Kabar ini pertama kali terungkap melalui keluarganya yang berupaya keras mencari informasi mengenai keberadaannya. Istri Firdaus mengaku tidak bisa tidur sejak suaminya tidak dapat dihubungi. Ia terus memantau WhatsApp, mengirimkan doa, dan membaca istighfar sembari berharap mendapatkan kabar baik. Putrinya, Nurul Fadillah, turut aktif berkomunikasi melalui Zoom untuk menyampaikan perkembangan situasi dan menghubungi berbagai pihak terkait.
Nurul Fadillah menyatakan bahwa ia telah menghubungi Linjam (Layanan Perlindungan Jemaah Haji) untuk meminta bantuan pencarian. Namun hingga saat ini belum ada kabar menggembirakan. Pencarian terhadap Firdaus masih dilakukan secara manual, yakni dengan menyisir hotel demi hotel dan area demi area di sekitar lokasi terakhir ia terlihat. Salah satu kendala utama adalah akses terhadap rekaman CCTV yang tidak bisa dilakukan secara bebas. Menurut keluarga, untuk mengakses CCTV di wilayah Arab Saudi dibutuhkan keterlibatan langsung dari pihak kepolisian setempat, sehingga proses pencarian menjadi lebih lambat dari yang diharapkan.
Keluarga menduga kondisi kesehatan Firdaus turut menjadi faktor dalam hilangnya ia. Pada tahun 2021, Firdaus pernah mengalami infarkt serebri (infark serebral), yaitu gangguan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kebingungan dan gejala mirip predimensia. Keluarga mencurigai tekanan udara di dalam pesawat selama penerbangan menuju Arab Saudi kemungkinan memicu kambuhnya kondisi tersebut. Dilaporkan bahwa selama penerbangan, Firdaus sempat berusaha keluar dari pesawat saat masih di udara dan harus dicegah oleh penumpang lain. Sebelum keberangkatan, Firdaus masih berkomunikasi secara normal melalui WhatsApp, mengirim pesan kepada keluarga berbunyi "Assalamualaikum, abah berangkat ya, pesawat jam sekian," yang menunjukkan kondisinya saat itu masih baik-baik saja.
Selain riwayat medisnya, keluarga juga menyampaikan bahwa kaki Firdaus dalam kondisi sakit sehingga ia tidak mampu berjalan jauh. Hal ini membuat mereka menduga bahwa ia kemungkinan besar berhenti di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi terakhirnya terlihat. Keluarga besar Muhammad Firdaus memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para jemaah haji yang sedang berada di Mekkah, untuk membantu menyebarkan informasi dan melaporkan jika melihat seseorang yang sesuai dengan ciri-ciri Firdaus. Mereka berharap pencarian dapat segera dipercepat dan Firdaus ditemukan dalam keadaan selamat.
