Pemerintah Iran meluncurkan program pelatihan militer berskala besar bagi puluhan juta warga sipil guna meningkatkan kesiapan keamanan nasional di tengah ancaman konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Media televisi resmi Iran menayangkan rekaman yang memperlihatkan aktivitas pelatihan militer warga sipil di berbagai kota.
Dalam program tersebut, warga dari berbagai kalangan usia berkumpul di masjid-masjid di seluruh Iran untuk mengikuti pelatihan bersama. Selain mempelajari kemampuan bela diri, para relawan dibekali keterampilan tempur dasar seperti teknik bongkar pasang senjata dan penggunaan senjata api ringan. Bahkan di kota Teheran, pelatihan senjata turut digelar secara terbuka.
Program ini merupakan bagian dari strategi pertahanan asimetris Iran yang mengutamakan kesiapan seluruh rakyat dalam menghadapi potensi agresi militer. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengoordinasikan program ini meyakini bahwa partisipasi massal warga sipil akan memperkuat daya gentar pertahanan nasional.
Bersamaan dengan itu, Iran juga terus memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan mewajibkan kapal asing mengikuti prosedur transit baru. Komite Keamanan Nasional Iran menegaskan bahwa jalur strategis ini akan ditutup total bagi armada militer Amerika Serikat, sementara kapal komersial harus membayar biaya layanan khusus untuk melintas.
