Bangunan sebuah sekolah menengah atas negeri di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk secara tiba-tiba dan menimpa sejumlah siswa yang sedang berada di dalam kelas. Lima siswa menjadi korban dalam insiden ini dengan mengalami luka ringan dan lecet akibat terkena puing bangunan yang runtuh.
Saat kejadian, sebagian besar siswa tengah melaksanakan ibadah sholat di musola secara berjamaah, sehingga jumlah korban bisa diminimalkan. Para siswa dan guru yang tersisa berusaha menyelamatkan teman-teman mereka yang terperangkap di reruntuhan atap gedung kelas sesaat setelah ambruk.
Empat siswa yang terluka telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Sementara satu siswa masih menjalani observasi dan penanganan trauma di rumah sakit. Pihak sekolah dan pemerintah daerah sedang menginvestigasi penyebab ambruknya bangunan tersebut.
Insiden ini menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang rawan gempa seperti Nusa Tenggara Barat. Mataram dan sekitarnya terletak di zona seismik aktif, yang menambah kerentanan bangunan-bangunan tua. Pemeriksaan struktural terhadap gedung-gedung sekolah di wilayah tersebut diharapkan akan segera dilakukan.
