Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memimpin konsultasi bilateral bidang kemaritiman Indonesia-Rusia bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev di Moskow.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari dialog yang diinisiasi pada November 2025 lalu di Jakarta. Kedua pihak membahas berbagai aspek kerjasama maritim yang saling menguntungkan bagi kedua negara kepulauan dan benua.
Konsultasi menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerjasama di bidang perkapalan, konektivitas maritim, dan logistik. Selain itu, kedua negara juga sepakat mengembangkan kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia serta pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Menko AHY menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang menuju kemitraan yang semakin strategis. Hal ini terutama setelah kedua negara meluncurkan deklarasi kemitraan strategis yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025 lalu.
Kerjasama maritim menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kepentingan besar dalam pengembangan sektor kemaritiman, sementara Rusia memiliki keahlian dalam teknologi perkapalan dan navigasi laut.
Pertemuan di Moskow ini juga menjadi bagian dari intensifikasi diplomasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang aktif membangun hubungan bilateral dengan berbagai negara. Wakil Ketua DPR San Mustafa menanggapi kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri dengan menyatakan bahwa setiap pemerintahan memiliki strategi dan urgensi diplomatik masing-masing.
Kedua negara menargetkan implementasi konkret dari kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam konsultasi bilateral ini. Langkah selanjutnya mencakup pembentukan kelompok kerja teknis untuk menindaklanjuti setiap bidang kerjasama yang telah disepakati.
