politics | tvOne News |
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Besen melontarkan peringatan keras kepada Oman melalui media sosial. Washington akan bertindak agresif dan memburu pihak manapun yang memfasilitasi penghutanan tarif di kawasan Selat Hormuz. Sementara itu, IRGC mengklaim 23 kapal melintasi Hormuz dalam 24 jam terakhir, sementara AS melaporkan 109 kapal dialihkan jalurnya.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Besen pada Kamis 28 Mei melontarkan peringatan keras kepada Oman terkait keterlibatannya dalam pengelolaan sistem tarif di kawasan Selat Hormuz. Melalui unggahannya di media sosial, Besen menegaskan bahwa Washington akan bertindak agresif terhadap pihak manapun yang ikut memfasilitasi penghutanan tarif di kawasan strategis tersebut.
Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran vital di Selat Hormuz. Iran bersama Oman dilaporkan tengah membahas mekanisme baru terkait transit kapal di jalur strategis tersebut yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan sedikitnya 23 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Menurut pihaknya, puluhan kapal komersial itu berhasil melintas setelah mendapatkan izin resmi serta pengawalan ketat dari pasukan Iran.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat justru melaporkan bahwa 109 kapal komersial telah dialihkan jalurnya sejak Amerika Serikat memulai blokade di Selat Hormuz pada 13 April lalu. Perbedaan data ini menunjukkan perang narasi yang berlangsung antara kedua belah pihak terkait efektivitas blokade dan pengawasan jalur laut.
Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia. Sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap gangguan terhadap arus pelayaran berdampak langsung pada harga energi global dan stabilitas ekonomi dunia, tvOne News melaporkan.