Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lebih dari 2.800 lowongan kerja melalui program padat karya. Program ini menawarkan upah yang setara dengan Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI Jakarta bagi para pesertanya.
Pembukaan lowongan ini disebut sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk merespons tekanan ekonomi yang mulai dirasakan oleh masyarakat. Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat membantu menggerakkan kembali roda perekonomian warga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono, menjelaskan bahwa program ini diperuntukkan khusus bagi warga yang memiliki KTP DKI Jakarta. Warga yang berasal dari luar Jakarta tidak dapat mengikuti program padat karya ini.
Selain itu, peserta juga harus dipastikan sedang tidak memiliki pekerjaan lain ketika mendaftar. Persyaratan ini ditujukan agar kesempatan kerja benar-benar diberikan kepada warga yang sedang membutuhkan pekerjaan.
Pramono menegaskan bahwa tidak ada persyaratan latar belakang pendidikan tertentu bagi warga yang ingin mendaftar. Bahkan warga dengan pendidikan terakhir sekolah dasar pun disebut dapat mengikuti program ini.
Menurut Gubernur, program padat karya ini memang dibuka untuk memberikan kesempatan bagi warga yang belum beruntung agar dapat bekerja. Sejumlah warga menyambut baik program tersebut dan berharap kesempatan ini dapat membantu perekonomian mereka serta dapat terus berlanjut ke depannya.
