Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke sebuah perusahaan baja asal Tiongkok yang beroperasi di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kunjungan langsung ke lokasi itu menjadi cara pemerintah meninjau aktivitas usaha perusahaan tersebut secara dekat.
Menurut keterangan yang disampaikan, kunjungan lapangan tersebut dilakukan setelah muncul indikasi awal. Indikasi itu menunjukkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara skala kegiatan usaha perusahaan dengan kewajiban perpajakan yang selama ini dilaporkan.
Pemerintah menyebut, berdasarkan data yang dimiliki, terdapat dugaan bahwa nilai pajak yang dibayarkan perusahaan belum mencerminkan besarnya aktivitas bisnis yang dijalankan. Hal inilah yang kemudian mendorong dilakukannya peninjauan secara langsung ke perusahaan.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa proses yang berlangsung saat ini masih berada pada tahap klarifikasi. Ia menyatakan bahwa pemeriksaan ini belum sampai pada kesimpulan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Purbaya meminta pihak perusahaan untuk menyerahkan dokumen-dokumen yang terkait. Permintaan itu disampaikan agar pemerintah dapat melihat secara adil apa saja kegiatan yang sebenarnya dijalankan perusahaan di lokasi tersebut.
Usai sidak, Purbaya menekankan bahwa seluruh pelaku usaha harus menjalankan kewajibannya secara adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan tersebut penting agar industri nasional dapat tumbuh secara sehat, sejalan dengan komitmen pemerintah memastikan kegiatan bisnis berjalan transparan.
