Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk semester kedua tahun ini dalam sebuah keterangan resmi di Istana. Sejumlah menteri secara bergantian memaparkan rincian kebijakan yang dirancang untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional, mulai dari insentif bagi sektor industri hingga kelanjutan bantuan langsung kepada masyarakat. Pengumuman ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah menopang pertumbuhan pada paruh kedua tahun.
Salah satu komponen utama adalah pemberian insentif untuk impor gas LPG dan bahan baku plastik. Pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar sekitar 2,25 triliun rupiah berupa pengurangan biaya bagi industri terkait, dengan efek pengganda atau efek multiplier yang diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi lebih luas.
Insentif untuk bahan baku plastik dinilai juga membantu menahan tekanan inflasi, mengingat hampir seluruh kemasan makanan dibungkus dengan plastik. Pemerintah menyatakan kebijakan ini ditempuh sembari menunggu perkembangan situasi lebih lanjut, sehingga beban biaya bagi industri pengolahan dapat ditekan dan stabilitas harga di tingkat konsumen lebih terjaga.
Pemerintah juga menurunkan bea masuk untuk impor suku cadang pesawat menjadi nol persen. Langkah ini ditujukan untuk mendukung industri penerbangan serta industri perawatan, perbaikan, dan perombakan pesawat atau MRO. Dengan penurunan tarif tersebut, daya saing industri MRO di dalam negeri diharapkan dapat lebih ditingkatkan sehingga mampu bersaing di tingkat regional.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah melanjutkan program magang dan vokasi pada semester kedua. Rincian program ini akan dijelaskan lebih lanjut oleh Menteri Tenaga Kerja, namun pemerintah menegaskan bahwa program magang dan vokasi akan terus didorong pelaksanaannya di tengah masyarakat. Untuk komponen ini, anggaran yang disiapkan disebut berada di kisaran 6,26 triliun rupiah.
Untuk perlindungan sosial, Presiden Prabowo mengarahkan agar program bantuan pangan dilanjutkan selama tiga bulan ke depan, yakni pada Juli, Agustus, dan September. Bantuan pangan ini menyasar sekitar 33,24 juta penerima, dengan ketentuan disalurkan apabila harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian. Anggaran untuk bantuan pangan disebut mencapai sekitar 18,04 triliun rupiah pada periode tersebut.
Selain itu, pemerintah menyiapkan stimulus berupa insentif transport dengan nilai sekitar 2,04 triliun rupiah. Rangkaian kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menggabungkan insentif bagi dunia usaha dengan bantuan langsung kepada masyarakat, dengan harapan paket stimulus tersebut dapat menjaga momentum perekonomian nasional sepanjang paruh kedua tahun ini.
