LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Prabowo tutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan

Prabowo tutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan

Presiden Prabowo Subianto menutup acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar di Bangkalan, Jawa Timur. Acara penutupan berlangsung di IAI Syaikhona Muhammad Kholil dan dihadiri sejumlah menteri serta jajaran pengurus PBNU. Munas tersebut menghasilkan lima rekomendasi di bidang pendidikan yang bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

Presiden Prabowo Subianto hadir untuk menutup acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Bangkalan, Jawa Timur. Acara penutupan tersebut berlangsung di IAI Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan. Kegiatan ini disebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ulama dalam menjaga persatuan bangsa, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan nasional.

Menurut laporan dari lokasi, Presiden Prabowo Subianto tiba kurang lebih 15 menit sebelum pukul dua siang, yakni sekitar pukul 13.45. Dengan kedatangan tersebut, prosesi penutupan Munas dan Konbes NU dimulai sekitar sepuluh menit lebih awal dari jadwal semula. Kedatangan Presiden di lokasi acara turut diiringi dengan bacaan solawat.

Dalam acara penutupan itu, Presiden Prabowo Subianto tidak hadir sendiri. Ia turut didampingi oleh sejumlah jajaran menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Gus Ipul, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang juga telah berada di lokasi.

Selain jajaran pemerintahan, acara ini juga dihadiri oleh tamu undangan internal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU. Hadir di antaranya Rais Aam, Rais Syuriah, Ketua Umum PBNU, Sekretaris Jenderal, sejumlah pengurus teras, serta seluruh anggota dari PBNU yang mengikuti rangkaian acara tersebut.

Pemilihan Bangkalan sebagai lokasi penyelenggaraan acara disebut bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki nilai simbolik karena merupakan tanah kelahiran Syaikhona Muhammad Kholil, seorang ulama besar yang menjadi tokoh berpengaruh dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Lokasi tersebut menjadi latar bagi penutupan musyawarah para alim ulama ini.

Adapun dari hasil Musyawarah Nasional tersebut, para peserta merekomendasikan lima rekomendasi yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Pada intinya, kelima rekomendasi itu bertujuan untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang inklusif, berkeadilan, serta berbasis partisipasi masyarakat. Rekomendasi tersebut menjadi salah satu hasil penting yang lahir dari forum para ulama di Bangkalan.

Loading article...