LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Trump memaksa Arab Saudi dan Kuwait untuk bergabung dengan Abraham Accords demi kepentingan Israel

Trump memaksa Arab Saudi dan Kuwait untuk bergabung dengan Abraham Accords demi kepentingan Israel

Presiden Trump dilaporkan berupaya memaksa negara-negara Arab termasuk Kuwait dan Arab Saudi untuk bergabung dalam Abraham Accords demi kepentingan Israel, setelah sebelumnya berhasil memasukkan Uni Emirat Arab dan Bahrain. Analis memperingatkan bahwa langkah ini bermasalah sementara aktor kekuatan besar lainnya seperti Rusia dan China berusaha menjaga pengaruh mereka terhadap Iran dan kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah berupaya memaksa negara-negara Arab yang belum bergabung dalam Abraham Accords untuk segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Setelah keberhasilan sebelumnya memasukkan Uni Emirat Arab dan Bahrain ke dalam perjanjian tersebut, kini giliran Kuwait dan Arab Saudi yang menjadi sasaran tekanan diplomatik Washington.

Menurut analisis yang disiarkan tvOne News, langkah Trump ini dinilai bermasalah oleh sejumlah pengamat karena mengutamakan kepentingan Israel di atas kedaulatan dan pertimbangan politik dalam negeri negara-negara Arab yang menjadi target. Normalisasi hubungan dengan Israel tetap menjadi isu sensitif di banyak negara Arab yang masih bersolidaritas dengan perjuangan Palestina.

Sementara itu, dinamika geopolitik di kawasan semakin kompleks dengan kehadiran aktor-aktor kekuatan besar lainnya. Rusia dan China, sebagai major actors, terus berusaha menjaga sphere of influence mereka terhadap Iran dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan, menciptakan persaingan pengaruh yang semakin intens dengan Amerika Serikat.

Iran sendiri menjadi salah satu penyeimbang dominasi di kawasan, dan upaya Trump untuk memperluas Abraham Accords dapat dilihat sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengisolasi Teheran secara diplomatik. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kesediaan negara-negara Arab untuk mengorbankan hubungan mereka dengan Iran demi normalisasi dengan Israel.

Keterlibatan pihak ketiga internasional dalam upaya deeskalasi konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor penting, menurut para analis. Namun, pendekatan Trump yang cenderung memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan sensitivitas kawasan berpotensi menciptakan ketegangan baru alih-alih membawa perdamaian yang berkelanjutan.

Loading article...