science | Metro TV |
Kemunculan kobaran api dan gas di dalam rumah warga di Sleman, Yogyakarta sedang diteliti oleh ahli migas dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada. Tim ahli menduga gas metana dari endapan batuan jenuh bekas rawa menjadi penyebab munculnya api di lima puluh tujuh titik di dalam rumah selama sepekan terakhir. Keluarga diminta mengosongkan lantai satu.
Kemunculan kobaran api dan gas di dalam rumah warga di Kasuruan, Margo Mulyo, Seyegan, Sleman sedang diteliti oleh ahli migas dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada. Selama sepekan terakhir, api dan gas muncul di lima puluh tujuh titik di beberapa lokasi di dalam rumah tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, tim ahli menduga gas metana menjadi penyebab kemunculan api. Tanah di bawah rumah merupakan endapan batuan jenuh bekas rawa, dan gas metana diduga keluar melalui pori-pori tanah mencari celah retakan hingga sampai ke permukaan.
Tim ahli menemukan singkapan batuan di area sungai sekitar tiga ratus meter dari rumah, di dalam batuan tersebut terlihat genangan air dengan gelembung gas. Temuan ini memperkuat dugaan adanya sumber gas metana alami di bawah permukaan tanah kawasan tersebut.
Tim UPN dan UGM akan mengambil sampel air dari rumah untuk diuji kandungannya. Tim menduga gas metana telah terkontaminasi dalam seluruh air yang dimanfaatkan oleh keluarga tersebut. Keluarga diminta untuk mengosongkan penggunaan lantai satu rumahnya sambil menunggu proses dekomposisi gas metana.
Fenomena munculnya gas metana dari dalam tanah di area permukiman warga merupakan kejadian yang tidak biasa. Para ahli menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memastikan keselamatan warga sekitar dan mencegah potensi bahaya yang lebih besar dari akumulasi gas di bawah permukiman.