science | Metro TV |
Seekor orangutan jantan ditemukan dalam kondisi terluka parah di area persawahan warga di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Yayasan YIARI menyebutkan masuknya orangutan ke permukiman warga diduga akibat pembukaan hutan dan lahan yang merusak habitat satwa. Luka pada kaki kiri orangutan diduga akibat jerat, bukan serangan buaya seperti klaim warga.
Seekor orangutan jantan ditemukan berkeliaran di area persawahan warga di desa Pondok Rukun, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dalam kondisi terluka parah pada bagian kaki kiri. Sebelumnya, satwa liar itu sempat termonitor mencari makan di perkebunan dan membuat sarang di pohon kelapa milik warga.
Direktur Operasional Program Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau YIARI, Argyto Ranting, menyebutkan masuknya orangutan ke permukiman warga diduga karena pembukaan hutan dan lahan yang merusak habitat satwa. Deforestasi yang terus berlangsung memaksa orangutan mencari makan di area yang semakin dekat dengan permukiman manusia.
Luka pada kaki kiri orangutan terlihat sangat parah hingga tulang sudah terlihat. Menurut informasi warga, luka tersebut diperkirakan akibat serangan buaya. Namun berdasarkan pengalaman tim YIARI, luka tersebut lebih mungkin disebabkan oleh jerat, baik jerat babi maupun jerat rusa yang dipasang oleh pemburu.
Hingga sore hari, tim BKSDA dan YIARI masih berupaya mengevakuasi orangutan yang terus berpindah tempat. Proses evakuasi terhambat karena satwa tersebut bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, membuat penanganan menjadi lebih sulit.
Orangutan merupakan satwa endemik Borneo yang dilindungi dan terancam punah akibat hilangnya habitat alami. Kasus penemuan orangutan terluka di permukiman warga semakin sering terjadi seiring meningkatnya pembukaan lahan di Kalimantan, menunjukkan urgensi upaya konservasi yang lebih serius.