science | Metro TV |
Skandal pemalsuan riset ilmiah oleh warga negara Indonesia terbongkar di forum internasional ISPPD di Copenhagen, Denmark. Seorang mahasiswa doktoral Oxford University asal Indonesia mengungkap dugaan fabrikasi data menggunakan AI dan pemalsuan identitas peserta.
Dunia akademik Indonesia diguncang skandal pemalsuan riset ilmiah yang terbongkar di forum internasional International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Disease (ISPPD) di Copenhagen, Denmark. Kasus ini berhasil diungkap oleh seorang ilmuwan muda Indonesia yang tengah menempuh studi doktoral di Oxford University.
Mahasiswa doktoral tersebut, WOD Dwi Dhaningrat, menemukan berbagai kejanggalan pada peserta bernama Prihantini dan timnya yang menggunakan afiliasi Indonesia. Kejanggalan berawal dari rasa penasaran terhadap sesama peneliti satu negara yang kemudian mengungkap modus operandi yang cukup nekat.
Modus yang dilakukan terbilang berani. Terduga pelaku memalsukan identitas dengan berganti-ganti nama dan name tag di sesi presentasi berbeda, hanya bermodal mengganti warna jilbab. Selain itu, riset yang dipresentasikan diduga kuat merupakan hasil fabrikasi data menggunakan kecerdasan buatan, termasuk klaim sepihak pengumpulan data primer di wilayah dataran tinggi Andes, Peru.
Pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membenarkan bahwa tiga nama yang terseret, yakni Prihantini, Rivaldi Fajar, dan Rini Winati, tercatat dalam database alumni mereka. Pihak kampus kini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait keterlibatan para alumni tersebut dalam skandal ini.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Indonesia karena dapat mencoreng reputasi serta merusak persepsi ekosistem riset nasional di mata internasional. Para akademisi menilai perlunya penguatan sistem integritas akademik dan pengawasan yang lebih ketat terhadap partisipasi peneliti Indonesia di forum internasional, sebagaimana dilaporkan Metro TV.