sports | Metro TV |
Pep Guardiola secara resmi mengakhiri era emasnya bersama Manchester City setelah satu dekade bergelimang 20 trofi termasuk gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions. Pelatih asal Spanyol berusia 55 tahun ini memilih istirahat sejenak namun tetap mengambil peran baru sebagai Global Ambassador City Football Group.
Pep Guardiola secara resmi mengakhiri era emasnya bersama Manchester City setelah satu dekade yang dipenuhi dengan 20 trofi bergengsi. Laga penutup Liga Primer Inggris musim 2025-2026 melawan Aston Villa akhir pekan lalu menjadi penampilan terakhir pelatih asal Spanyol berusia 55 tahun ini di pinggir lapangan Etihad Stadium sebagai manajer The Citizens.
Selama masa baktinya yang luar biasa, Guardiola berhasil mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa dan mendominasi kompetisi domestik Inggris. Dua gelar Liga Primer Inggris teranyar, ditambah Piala Liga dan Piala FA, menjadi tambahan koleksi trofi yang sudah mencakup gelar Liga Champions dan berbagai penghargaan lainnya sepanjang kariernya di Manchester.
Eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen ini mengaku merasa lelah setelah pengabdian panjang di level tertinggi sepak bola. Guardiola memutuskan untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan guna memulihkan tenaga dan mentalnya. Ia menegaskan belum memiliki rencana untuk menangani klub atau tim nasional manapun untuk saat ini, menolak berbagai tawaran yang telah datang kepadanya.
Meski meninggalkan kursi pelatih, Guardiola tidak sepenuhnya meninggalkan Manchester City. Ia telah menerima peran baru sebagai Global Ambassador City Football Group, konsorsium yang membawahi City dan 10 klub lainnya di seluruh dunia. Di tengah gempuran lebih dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan yang menimpa klub, Guardiola tetap menyatakan keyakinannya bahwa pihak City akan mampu menyelesaikan semua masalah tersebut.
Kepergian Guardiola menyisakan pertanyaan besar tentang masa depan Manchester City. Pelatih tersukses dalam sejarah klub ini meninggalkan warisan yang sangat sulit untuk ditandingi oleh siapapun penggantinya. Sementara itu, City masih memiliki satu tugas besar yang tersisa musim ini yaitu memperebutkan gelar Liga Champions saat mereka berhadapan dengan juara bertahan Paris Saint-Germain pada akhir pekan ini dalam sebuah final yang bisa menjadi penutup sempurna bagi era Guardiola.