Tim nasional Indonesia menundukkan Oman dengan skor tiga gol tanpa balas pada laga internasional yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebagaimana dilaporkan Metro TV, kemenangan ini terasa istimewa karena mengakhiri rentetan tanpa kemenangan Skuad Garuda atas Oman yang sudah berlangsung selama tiga puluh delapan tahun. Tambahan poin dari hasil tersebut bahkan diproyeksikan mendongkrak posisi Indonesia naik empat tingkat menuju peringkat 118 dunia.
Tiga gol kemenangan tuan rumah dilesakkan secara bergantian oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Ketiga pemain itu menjebol gawang Oman pada pertandingan yang berakhir tanpa satu pun gol balasan dari tim tamu. Hasil telak tersebut menegaskan keunggulan Indonesia atas wakil Timur Tengah yang selama hampir empat dekade terakhir selalu menjadi lawan sulit bagi Skuad Garuda.
Bintang utama kemenangan ini adalah penjaga gawang Emil Audero, yang pada akhirnya dinobatkan sebagai man of the match. Kiper kelahiran Mataram itu tampil luar biasa dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya milik Oman sepanjang pertandingan. Puncak penampilannya terjadi pada menit ke-38, ketika ia berhasil menepis tendangan penalti yang dieksekusi pemain Oman, Hatem Al-Rushaidi, dan menjaga gawang Indonesia tetap tidak kebobolan hingga laga usai.
Pelatih Indonesia menilai kemenangan atas Oman sebagai langkah penting, baik bagi para pemain maupun staf pelatih. Ia mengakui penampilan timnya belum sempurna, namun memuji Audero yang tampil besar saat mementahkan penalti dan menyoroti kontrol permainan yang baik dalam durasi panjang. Menurutnya, timnya menunjukkan evolusi dibandingkan laga sebelumnya melawan Bulgaria, dan ia berharap dukungan suporter terus mengalir pada pertandingan berikutnya.
Seusai laga, Audero menyebut menjaga konsentrasi sebagai hal tersulit yang harus dilakukan seorang penjaga gawang. Ia menjelaskan bahwa fokus penuh itulah yang memungkinkannya bergerak cepat dan menguasai bola pada momen penalti yang menentukan. Meski demikian, ia mengakui betapa sulitnya mempertahankan tingkat fokus yang sama secara konsisten sepanjang sembilan puluh menit pertandingan penuh.
Ketajaman Audero dalam membaca arah penalti sebenarnya bukan hal baru baginya. Sepanjang Liga Serie A musim 2025-2026 bersama Cremonese, ia tercatat menggagalkan dua tendangan penalti lawan. Salah satunya milik bintang Juventus Kenan Yildiz pada awal Januari, meski bola hasil tepisannya kembali jatuh ke kaki Yildiz yang kemudian mengubahnya menjadi gol. Pada akhir April, giliran penalti Scott McTominay dari Napoli yang berhasil ia gagalkan.
Setelah kemenangan bersejarah ini, Skuad Garuda harus segera mengalihkan perhatian ke laga berikutnya menghadapi Mozambik. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kembali di hadapan publik Indonesia. Kemenangan atas Oman diharapkan menjadi modal kepercayaan diri bagi tim untuk melanjutkan tren positif yang tengah mereka bangun dari satu laga ke laga berikutnya.
