LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Pelajaran tertib lalu lintas masuk kurikulum SD dan SMP di Batam untuk membentuk disiplin berkendara sejak dini

Pelajaran tertib lalu lintas masuk kurikulum SD dan SMP di Batam untuk membentuk disiplin berkendara sejak dini

Pelajaran tertib lalu lintas telah diterapkan di sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Batam, Kepulauan Riau. Materi yang disampaikan tim pengajar dari Satlantas Polresta Barelang ini disisipkan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan diterapkan di 65 SD serta 145 SMP sejak Januari 2026 untuk membentuk karakter tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Pelajaran tentang tertib lalu lintas kini telah diterapkan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pelajaran ini ditujukan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada para siswa mengenai aturan berkendara di jalan raya, sehingga pemahaman tentang keselamatan di jalan dapat ditanamkan mulai dari bangku sekolah.

Ratusan anak Sekolah Dasar Negeri 08 Tanjung Riau, Sekupang, Batam, tampak antusias menyambut kedatangan tim pengajar dari Satlantas Polresta Barelang. Kedatangan para petugas itu bertujuan untuk memberikan materi pelajaran tentang tata tertib berlalu lintas yang telah masuk ke dalam kurikulum di sekolah dasar dan menengah pertama di kota tersebut.

Materi mengenai lalu lintas ini disisipkan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah. Dengan demikian, pengetahuan soal aturan di jalan raya tidak diberikan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari pelajaran yang memang sudah diterima oleh para siswa di kelas.

Untuk mempertajam pemahaman anak-anak sekolah, petugas tidak hanya menyampaikan materi di dalam kelas, tetapi juga memberikan simulasi cara menyeberang jalan hingga pengetahuan tentang blind spot atau titik buta kendaraan. Selain itu, pihak sekolah turut menyediakan spanduk pojok literasi yang berisikan rambu-rambu lalu lintas agar para siswa dapat memperhatikannya setiap waktu.

Kurikulum lalu lintas ini telah diresmikan pada Desember lalu dan mulai diterapkan sejak Januari 2026. Penerapannya dilakukan di 65 sekolah dasar dan 145 sekolah menengah pertama di Kota Batam, dengan tujuan memberikan edukasi sedini mungkin tentang aturan berkendara di jalan raya kepada para pelajar.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa program ini lahir dari keinginan agar anak-anak sejak usia dini sudah bisa dibentuk karakternya untuk tertib berlalu lintas. Karena alasan itulah program tersebut kemudian dibuat dan diinsersikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sehingga nilai disiplin berlalu lintas bisa tumbuh seiring proses belajar siswa.

Untuk memperkuat jalannya program ini, satuan lalu lintas juga telah memberikan pelatihan kepada para guru pengajar agar mereka dapat menyampaikan materi dengan baik. Menurut keterangan yang disampaikan, angka kecelakaan di jalan yang melibatkan anak di bawah umur dinilai berkurang sejak program ini berjalan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang masih kerap mencatat kejadian serupa.

Loading article...