Pembangunan Sekolah Rakyat di Sukoharjo terus dikejar penyelesaiannya agar berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Penyelesaian ini diupayakan supaya gedung sekolah siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026-2027 yang akan dimulai pada Juli mendatang.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Pekerjaan yang tersisa mencakup pekerjaan arsitektural serta tahap finishing yang masih perlu dirampungkan sebelum bangunan dapat difungsikan.
Kendala utama yang dihadapi dalam proyek ini berupa akses jalan umum yang kurang memadai untuk dilalui kendaraan berat pengangkut material. Persoalan serupa juga ditemui pada proyek Sekolah Rakyat di daerah lain, sehingga distribusi material menjadi salah satu tantangan dalam proses pembangunan.
Selain persoalan akses jalan, penyelesaian proyek juga menghadapi tantangan berupa ketersediaan tenaga kerja serta lamanya proses finishing. Pekerjaan pada hari Minggu pun disebut tidak berjalan maksimal karena sebagian pekerja sedang libur, sehingga sedikit memengaruhi laju pengerjaan.
Meski demikian, Kementerian PU tetap optimistis terhadap penyelesaian proyek tersebut. Sekolah Rakyat Sukoharjo yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA diharapkan dapat mencapai progres di atas 90 persen saat target fungsional ditetapkan pada akhir Juni 2026, sehingga dapat digunakan pada pertengahan Juli mendatang.
Kementerian PU menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan ekstrim melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih merata.
