LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Tiga ABK India tewas dalam serangan AS terhadap tanker di lepas pantai Oman

Tiga ABK India tewas dalam serangan AS terhadap tanker di lepas pantai Oman

Tiga anak buah kapal asal India tewas dalam serangan pasukan Amerika Serikat terhadap tanker minyak di lepas pantai Oman. Pemerintah India melayangkan protes, sementara Washington menegaskan semua kapal komersial wajib mematuhi militer AS di Selat Hormuz.

India tengah diliputi kemarahan dan duka setelah tiga anak buah kapal atau ABK asal negara tersebut tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan pasukan Amerika Serikat terhadap tanker minyak di lepas pantai Oman. Insiden ini dengan cepat memicu reaksi keras, baik di tingkat pemerintah maupun di kalangan masyarakat India.

Menurut laporan, pasukan Amerika Serikat menembaki dua tanker minyak di perairan lepas pantai Oman, yang seluruh awaknya merupakan warga negara India, meskipun kapal-kapal itu mengibarkan bendera asing. Serangan terhadap salah satu tanker tersebut mengakibatkan tiga ABK tewas di tempat kejadian.

Yang membuat keluarga korban dan publik India semakin marah adalah sikap pasukan yang melancarkan serangan. Disebutkan bahwa tentara Amerika Serikat yang menyerang tidak bersedia memberikan pertolongan kepada para korban setelah penembakan terjadi, sehingga insiden itu dinilai berlangsung tanpa adanya upaya penyelamatan terhadap awak kapal yang menjadi sasaran.

Pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa alasan penyerangan adalah karena para ABK menolak mengikuti arahan dari militer Amerika Serikat, yang menuding mereka berupaya menyelundupkan minyak dari Iran. Tudingan itu langsung dibantah. Operator salah satu tanker menyatakan bahwa kapal sudah tidak bergerak selama sepuluh hari di lepas pantai Oman sehingga tidak ada aktivitas apa pun, dan menegaskan kapal tidak membawa minyak Iran.

Pemerintah India bereaksi cepat dengan melayangkan dua kali protes untuk masing-masing penembakan tanker tersebut. Namun, jawaban dari pihak Amerika Serikat dinilai sangat keras dan tidak disertai permintaan maaf apa pun, sebuah respons yang dianggap memperdalam ketegangan di antara kedua negara yang selama ini menjalin hubungan baik.

Kemarahan juga merembet ke jalanan. Sejumlah sopir bajaj di India terlihat merobek poster Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang selama ini banyak dipasang di kendaraan mereka. Pemandangan itu mencerminkan perubahan sikap yang mencolok, mengingat selama ini hubungan antara India dan Amerika Serikat berjalan cukup dekat dan akrab.

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap pada posisinya yang tegas. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa semua kapal komersial wajib menuruti perintah militer Amerika Serikat di Selat Hormuz. Pernyataan itu menggarisbawahi sikap keras Washington dalam menegakkan blokade di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut.

Loading article...