Penyebab fenomena api misterius yang selama hampir dua pekan terakhir membakar sejumlah perabot rumah tangga milik warga di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai terkuak. Seperti dilaporkan tvOne News, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada memastikan bahwa sumber api yang berulang kali muncul di rumah tersebut berasal dari gas hidrogen yang terbentuk dari proses fermentasi dan terlepas ke udara di sekitar lokasi.
Fenomena ini sebelumnya sempat menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran warga, karena api kerap muncul tiba-tiba dan membakar barang-barang di dalam rumah tanpa sumber yang jelas. Berdasarkan catatan hingga hari ketiga belas, titik api dilaporkan telah muncul sekitar sembilan puluh tujuh kali, sehingga membuat penghuni rumah tidak lagi bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal di tempat tinggal mereka.
Penelusuran dilakukan oleh tim dari Pusat Kajian Perlambatan Entropi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Para ahli melakukan pengukuran dengan menggunakan dua alat yang berbeda, oleh tim yang berbeda, dan pada hari yang berbeda pula. Hasil dari serangkaian pengujian tersebut secara konsisten menunjukkan adanya kandungan gas hidrogen dalam kadar yang tinggi di sekitar rumah yang mengalami kemunculan api berulang itu.
Menurut para peneliti, gas hidrogen tersebut diduga kuat terbentuk dari material yang kaya akan fosfat. Material itu antara lain berupa tulang ayam serta bagian keras dari bulu ayam yang membusuk dan mengalami proses fermentasi. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya limbah pemotongan ayam di sekitar rumah, mengingat rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat usaha pemotongan dan penjualan ayam potong oleh pemiliknya.
Selain gas hidrogen, para ahli juga tidak menutup kemungkinan adanya senyawa lain yang turut berperan dalam memicu api. Salah satu yang disebut adalah gas fosfin, yang dikenal lebih mudah terbakar pada suhu ruang. Gas jenis ini juga dapat terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu unggas, sehingga semakin menguatkan keterkaitan antara fenomena api dengan limbah pemotongan ayam di lokasi.
Terkait sumber yang memantik nyala api, tim peneliti menyebut salah satu kemungkinan pemicunya berasal dari listrik statis. Percikan kecil dari listrik statis dinilai cukup untuk menyalakan gas yang mudah terbakar dan terakumulasi di udara dalam rumah. Kasus kebakaran berulang di Seyegan ini bahkan dinilai sebagai kasus khusus yang memerlukan kajian mendalam, karena pola kemunculan apinya tidak biasa.
Dampak dari fenomena ini cukup terasa bagi pemilik rumah, yang sudah tidak lagi dapat menjalankan usaha penjualan ayamnya akibat gangguan api yang terus berulang. Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti temuan dan menjalankan rekomendasi dari tim pakar Universitas Gadjah Mada, dengan harapan fenomena api misterius yang telah berlangsung lebih dari sepekan tersebut dapat segera diatasi dan tidak meluas lebih jauh.
