LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Militer AS serang tanker di Teluk Oman, tiga awak asal India tewas

Militer AS serang tanker di Teluk Oman, tiga awak asal India tewas

Militer Amerika Serikat melancarkan serangan rudal ke sebuah tanker berbendera Palau bernama Settebello di kawasan Teluk Oman, setelah awak kapal disebut berulang kali mengabaikan peringatan. Dari 24 awak yang seluruhnya berasal dari India, tiga orang tewas dan 21 lainnya berhasil diselamatkan oleh militer Oman. AS mengklaim kapal itu menyelundupkan minyak dari Iran.

Militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sebuah kapal tanker yang tengah melintasi kawasan Teluk Oman, setelah awak kapal disebut berulang kali mengabaikan peringatan. Serangan tersebut menewaskan tiga awak kapal dan memicu kebakaran hebat di atas kapal, dalam insiden terbaru yang menambah ketegangan di salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia.

Menurut keterangan yang disampaikan, Komando Pusat Amerika Serikat atau yang dikenal sebagai CENTCOM mengerahkan jet tempur yang menembakkan rudal tepat ke arah ruang mesin kapal. Kapal yang menjadi sasaran adalah tanker bernama Settebello yang berbendera Palau, dan menurut klaim Amerika Serikat kapal itu tengah menyelundupkan minyak dari Iran.

Rudal Amerika Serikat menghantam lambung kapal sehingga tanker tersebut seketika terbakar hebat. Para awak yang berada di atas kapal sempat meminta pertolongan kepada pasukan Amerika Serikat yang masih berputar-putar di udara di sekitar lokasi kejadian.

Namun permintaan tolong itu disebut diabaikan oleh pasukan Amerika Serikat. Para awak akhirnya ditolong oleh militer Oman, dengan 21 orang berhasil diselamatkan, sementara tiga orang lainnya tewas akibat serangan rudal yang mengenai kapal mereka.

Kapal tersebut tercatat mengangkut 24 awak yang seluruhnya berasal dari India. Tiga di antara mereka tewas setelah rudal Amerika Serikat menghantam kapal, menjadikan insiden ini sebagai serangan fatal terhadap sebuah kapal komersial di lepas pantai Oman.

Pihak operator Settebello menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak terafiliasi dengan Iran maupun bersangkutan dengan minyak Iran. Operator juga menyatakan bahwa kapal tersebut tidak bergerak sama sekali selama sepuluh hari sebelum diserang, dan bahkan tidak bergerak sedikit pun pada saat penyerangan terjadi.

Insiden ini terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan akan mengawasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, sebuah kawasan yang menjadi urat nadi minyak dan gas global. Amerika Serikat mengklaim kapal itu melanggar aturan yang mereka tetapkan di wilayah yang bukan merupakan kedaulatan negara tersebut.

Loading article...