LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Dusun Delapan di Asahan puluhan tahun tanpa listrik, warga mulai pindah

Dusun Delapan di Asahan puluhan tahun tanpa listrik, warga mulai pindah

Sebuah kampung di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menjadi kampung hantu karena terisolir dari pembangunan. Dusun Delapan, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, yang dihuni sekitar 120 jiwa, tidak pernah dialiri listrik selama puluhan tahun meski hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan.

Sebuah kampung di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berubah menjadi kampung hantu karena terisolir dari kemajuan pembangunan. Suasana gelap gulita menyelimuti permukiman ini setiap malam, menjadi gambaran sebuah wilayah yang seakan tertinggal di tengah keramaian sekitarnya.

Kampung yang dimaksud adalah Dusun Delapan, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang. Selain tidak pernah dialiri listrik, akses jalan menuju kampung ini juga rusak parah, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Kondisi ini membuat warga semakin sulit terhubung dengan dunia luar.

Sekitar 120 jiwa yang mendiami dusun tersebut harus hidup dalam kegelapan setiap malam selama puluhan tahun. Ironisnya, jarak kampung ini hanya sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan, namun aliran listrik tak kunjung sampai ke rumah-rumah warga.

Kondisi tanpa listrik yang diperparah dengan jalan yang tidak tersentuh pembangunan turut menyulitkan perekonomian warga. Belakangan, banyak warga yang memilih pindah ke daerah lain karena tidak tahan tinggal di rumah yang gelap tanpa penerangan listrik setiap malamnya.

Kepala Dusun Delapan, Nasar Muliono, mengaku merasa iri dengan dusun lain yang sudah teraliri listrik. Menurutnya, pihak desa sudah berulang kali mengajukan permohonan agar kampung mereka mendapatkan aliran listrik, namun permohonan itu tidak pernah terealisasi hingga saat ini.

Ia pun menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar kampungnya segera diberi listrik. Ia menegaskan bahwa kampung mereka tidak jauh dari pusat kota kecamatan, hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari aliran listrik yang sudah ada.

Nasar menambahkan bahwa selama bertahun-tahun pihak PLN hanya memberi janji, mulai dari tahun depan, bulan ini, hingga bulan depan, tetapi tidak pernah terwujud. Padahal, sebagian besar warga kampung ini menggantungkan hidup dari hasil perkebunan, termasuk sebagai penghasil kelapa, dan sangat membutuhkan listrik untuk menopang kehidupan mereka.

Loading article...