Sebuah kisah dari Nusa Tenggara Timur menarik perhatian banyak pihak. Seorang ayah mengolesi arang ke kaki anaknya sebelum berangkat ke sekolah. Tindakan itu dilakukan agar kaki sang anak terlihat seolah mengenakan kaos kaki. Anak tersebut bernama Marsiano Tevi.
Di balik tindakan itu terdapat kisah perjuangan sebuah keluarga sederhana. Keluarga tersebut berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya di tengah keterbatasan ekonomi. Kondisi itulah yang membuat sang ayah mencari cara agar anaknya tetap bisa bersekolah dengan layak. Keterbatasan tidak menghalangi niat keluarga untuk mendukung pendidikan anak.
Alasan di balik tindakan sang ayah berkaitan dengan semangat anaknya. Ia ingin anaknya tetap percaya diri saat berada di sekolah. Selain itu, ia berharap anaknya tetap bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal itu dilakukan meski sang anak belum memiliki kaos kaki.
Tindakan sederhana itu kemudian tersebar luas melalui sebuah video. Video tersebut dengan cepat menjadi viral di tengah masyarakat. Penyebaran video itu mengundang perhatian dari berbagai pihak. Banyak yang menaruh kepedulian terhadap kisah keluarga tersebut.
Salah satu pihak yang menunjukkan kepedulian adalah aparat kepolisian. Melalui Polres Timor Tengah Selatan, petugas mendatangi rumah keluarga Yanto Tevi. Kedatangan itu bertujuan untuk memberikan bantuan kepada keluarga. Bantuan tersebut secara khusus ditujukan untuk Marsiano.
Bantuan yang diserahkan berupa beragam perlengkapan sekolah. Di antaranya adalah tas sekolah, seragam, sepatu, serta kaos kaki. Selain itu, diberikan pula topi, dasi, dan ikat pinggang. Tidak ketinggalan, keluarga juga menerima alat tulis untuk kebutuhan belajar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga. Dengan perlengkapan yang lebih lengkap, Marsiano diharapkan bisa terus belajar. Harapan lainnya adalah agar ia mampu meraih cita-citanya. Kisah ini menjadi gambaran semangat pendidikan di tengah keterbatasan.
