Sebuah ledakan yang diduga berasal dari sebuah mortir menewaskan tiga warga di Kampung Ciparang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu itu mengejutkan warga sekitar dan langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, ketiga korban yang meninggal dunia diketahui merupakan pemulung. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara awal yang dilakukan petugas di lokasi ledakan.
Berdasarkan keterangan medis yang dihimpun, para korban meninggal dunia akibat hentakan dari suara ledakan yang terjadi. Kuatnya ledakan itu menjadi salah satu hal yang kini didalami oleh pihak berwenang dalam mengungkap penyebab pasti kematian ketiga warga.
Peristiwa ledakan itu sempat menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Sejumlah saksi pada awalnya mengira suara ledakan berasal dari lokasi latihan TNI yang berada di sekitar wilayah tersebut, mengingat kegiatan latihan disebut kerap berlangsung di sana.
Seorang saksi mengungkapkan bahwa ketika mendengar suara ledakan, ia mengira ledakan itu berasal dari latihan yang biasa dilakukan setiap hari. Namun, belakangan diketahui bahwa ledakan tersebut ternyata bukan berasal dari kegiatan latihan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian menyatakan belum bisa memastikan jenis maupun kepemilikan benda yang diduga sebagai mortir dan meledak hingga menewaskan tiga warga. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap asal-usul benda tersebut.
Kasus ini menyisakan duka bagi keluarga korban sekaligus menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keberadaan benda berbahaya di sekitar permukiman. Pihak berwenang diharapkan segera menuntaskan penyelidikan untuk memberikan kepastian atas peristiwa yang merenggut tiga nyawa itu.
