Aparat kepolisian berhasil menangkap Taufik Hidayat, pria yang menjadi pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap kekasihnya selama tiga tahun. Penangkapan ini menandai babak baru dalam kasus yang sebelumnya sempat membuat geram banyak pihak, setelah identitas dan wajah pelaku beredar luas dan ia masuk dalam daftar pencarian orang yang diterbitkan Polda Jawa Barat.
Dari video amatir yang beredar, pelaku yang berinisial TH itu terlihat berada di dalam mobil setelah berhasil ditangkap oleh tim reserse kriminal Polda Jawa Barat. Menurut keterangan yang beredar, Taufik Hidayat ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Majalaya, Jawa Barat, setelah sempat menjadi buruan polisi.
Setelah ditangkap, Taufik Hidayat langsung dibawa ke markas Polda Jawa Barat. Saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polda Jawa Barat, yang mendalami peran dan perbuatannya terhadap korban dalam kasus penyekapan serta penganiayaan tersebut.
Di lokasi indekos yang menjadi tempat pengejaran terhadap pelaku, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara. Garis polisi turut dipasang di lokasi, dan penyidik meminta keterangan dari penjaga indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, untuk melengkapi proses penyelidikan.
Penangkapan pelaku disambut dengan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran. Pihak yang menyampaikan apresiasi berharap Taufik Hidayat mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, yang dinilai telah melanggar batas-batas kemanusiaan.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada kondisi korban, Yuvita Tri Rezeki, warga Ranca Ekek, Kabupaten Bandung. Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung telah membentuk tim kesehatan khusus untuk menangani pemulihan korban penyekapan dan penganiayaan tersebut. Korban kini masih dirawat intensif di ruang isolasi, dan penanganan psikis turut dilakukan oleh tim kesehatan rumah sakit.
Pihak rumah sakit menyebut kondisi Yuvita berangsur membaik, meski ia masih menunggu proses operasi di bagian mata dan kepala. Sebelumnya pengobatan korban sempat dikabarkan terkendala biaya, namun kini seluruh biaya pengobatan Yuvita ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama menjalani perawatan.
