LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Keluarga yakini ASN Bangkalan yang tewas di mobil dinas korban pembunuhan

Keluarga yakini ASN Bangkalan yang tewas di mobil dinas korban pembunuhan

Seorang aparatur sipil negara yang menjabat sebagai sekretaris di kantor Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil dinas. Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Risang Bima Wijaya, meyakini korban merupakan korban pembunuhan dan membantah kabar bahwa korban meninggal dalam kondisi hamil. Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Porong memastikan korban tidak sedang mengandung. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria yang membawa masuk mobil tersebut, dan menurut keluarga hanya pria itu yang keluar dari mobil.

Sebuah kasus kematian seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah pihak keluarga menyatakan keyakinan bahwa korban merupakan korban pembunuhan. Korban adalah seorang perempuan, berinisial RYS, yang menjabat sebagai sekretaris di kantor Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan, dan ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam sebuah mobil dinas.

Berdasarkan keterangan yang berkembang, jenazah korban ditemukan di dalam mobil dinas yang terparkir di area Bandara Juanda pada Rabu siang. Menurut pihak keluarga, jasad korban sempat berada di dalam mobil yang terkunci selama sekitar empat hari sebelum akhirnya ditemukan, sebuah rentang waktu yang turut memunculkan berbagai pertanyaan seputar bagaimana peristiwa ini bisa terjadi.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di Kelurahan Melajah, Kabupaten Bangkalan. Suasana duka mendalam menyelimuti proses pemakaman, dengan para pelayat dan keluarga yang tampak berkabung. Jenazah lebih dulu dibawa ke masjid untuk disalatkan, sebelum dikebumikan di kompleks pemakaman desa dengan diantar oleh rekan-rekan kerja dan sesama aparatur sipil negara.

Pihak keluarga, melalui kuasa hukum mereka Risang Bima Wijaya, secara tegas membantah kabar yang menyebut korban meninggal dunia dalam kondisi hamil. Menurut keluarga, pembengkakan yang terlihat pada tubuh korban merupakan pembengkakan jasad akibat berada di dalam mobil yang terkunci selama beberapa hari, bukan tanda kehamilan seperti yang sempat diberitakan.

Bantahan tersebut diperkuat oleh hasil autopsi. Kuasa hukum keluarga menyebut bahwa hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Bhayangkara Porong telah memastikan korban tidak sedang mengandung, dan pemeriksaan terhadap korban juga sudah dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Dengan hasil itu, keluarga berharap pemberitaan yang menyesatkan seputar kondisi korban dapat diluruskan.

Keluarga meyakini bahwa kematian korban bukanlah peristiwa yang wajar, melainkan akibat tindak kejahatan. Salah satu hal yang mereka soroti adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi. Menurut keterangan keluarga, rekaman itu memperlihatkan seorang pria yang membawa masuk mobil dinas tersebut, dan sejak mobil itu terparkir, hanya pria itu yang terlihat keluar, sementara korban tidak pernah keluar hingga akhirnya ditemukan sudah menjadi jenazah.

Keluarga juga menyebut sejumlah hal yang dinilai janggal di tempat kejadian, termasuk anting bagian kiri korban yang tidak ditemukan. Selain itu, hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah menemukan adanya luka di telinga kiri korban, sementara pihak keluarga masih menanti hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kematian. Hingga kini, pria yang terekam membawa masuk mobil tersebut belum tertangkap, dan keluarga mengaku tidak mengetahui hubungan antara pria itu dengan korban. Mereka berharap motif di balik kematian ini akan terungkap apabila pria tersebut berhasil diamankan, seiring penyelidikan yang masih terus berjalan.

Loading article...