Dua orang pekerja dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian lebih dari empat puluh meter di kawasan perkantoran Purwaharja, Banjar, Jawa Barat. Kecelakaan kerja itu terjadi ketika kedua korban tengah berada di atas sebuah menara telekomunikasi untuk melakukan pekerjaan pembongkaran. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena menyangkut keselamatan pekerja yang bertugas di ketinggian.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua pekerja saat itu sedang membongkar tiang menara telekomunikasi yang sudah tidak terpakai. Pekerjaan pembongkaran struktur setinggi itu memang menuntut kehati-hatian dan prosedur keselamatan yang ketat, mengingat risiko besar yang menyertai aktivitas di ketinggian. Namun, dalam proses tersebut, terjadi insiden yang berujung pada jatuhnya kedua korban dari atas menara.
Berdasarkan dugaan sementara, tiang menara yang tengah dibongkar itu dalam kondisi rapuh sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya runtuh. Struktur menara disebut patah pada ketinggian sekitar empat puluh meter, dan kedua pekerja yang berada di atasnya ikut terjatuh bersama bagian menara yang ambruk. Kondisi ini yang diduga menjadi penyebab langsung dari jatuhnya para korban.
Akibat terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi tersebut, kedua pekerja tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Jarak jatuh yang lebih dari empat puluh meter membuat peluang keselamatan menjadi sangat kecil, sehingga peristiwa ini langsung menimbulkan duka bagi keluarga maupun rekan kerja para korban yang berada di sekitar lokasi kejadian pada saat insiden berlangsung.
Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian ketika keluarga korban tiba di tempat tersebut. Istri dan anak dari para korban terlihat histeris saat menyaksikan anggota keluarga mereka telah meninggal dunia. Situasi emosional itu menggambarkan betapa besar dampak dari kecelakaan kerja ini bagi keluarga yang ditinggalkan, yang harus menerima kabar duka secara tiba-tiba.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan terhadap kedua korban. Jenazah dievakuasi ke rumah sakit umum daerah di Banjar untuk kepentingan pemeriksaan otopsi. Satuan Reserse Kriminal bersama tim identifikasi dari kepolisian setempat menyatakan tengah mendalami penyebab pasti dari kecelakaan kerja tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Dalam rangka mengusut peristiwa ini, pihak dinas terkait juga sudah dimintai keterangan oleh aparat. Penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah prosedur keselamatan kerja telah dijalankan sebagaimana mestinya selama proses pembongkaran menara. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan yang ketat bagi para pekerja yang menjalankan tugas berisiko tinggi di ketinggian.
