Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Lima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Jumat dini hari. Peristiwa itu memunculkan kobaran api besar disertai asap hitam yang membumbung tinggi di atas kompleks pertokoan, sehingga menarik perhatian warga sekitar yang sebagian di antaranya sempat panik menyaksikan api yang membesar dengan cepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang deretan pertokoan yang ada di kawasan tersebut. Dalam waktu yang relatif singkat, api kemudian merembet ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya, sehingga area yang terdampak kebakaran menjadi semakin luas seiring berjalannya waktu.
Kondisi di lokasi diperparah oleh banyaknya material dan barang dagangan yang mudah terbakar di dalam kios maupun toko. Faktor tersebut, ditambah dengan embusan angin yang cukup kencang, membuat api semakin cepat membesar dan menjadi sulit untuk dikendalikan oleh warga maupun petugas pada saat kejadian berlangsung.
Akibat kebakaran yang terjadi, sebanyak 162 kios dan toko dilaporkan hangus terbakar. Deretan tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan bagi para pedagang di kawasan Pasar Lima itu banyak yang rusak parah, sehingga kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit bagi para pemilik usaha.
Meski menyebabkan kerugian yang cukup besar, dalam peristiwa kebakaran tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa. Warga dan para pedagang berupaya menyelamatkan diri serta sebagian barang yang masih bisa diselamatkan, sementara upaya pemadaman terus dilakukan hingga kobaran api dapat dikuasai dan tidak meluas lebih jauh.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari munculnya api yang memicu kebakaran di Pasar Lima Banjarmasin. Para pedagang berharap agar penyebab kebakaran segera dapat diketahui dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut bisa kembali pulih setelah peristiwa yang menimpa mereka ini.
