Seorang pemilik warung tewas setelah rumah yang sekaligus menjadi warungnya hangus terbakar, dengan api yang menyambar tempat penyimpanan ratusan tabung gas LPG dan bensin miliknya. Peristiwa kebakaran ini menjadi tragedi yang merenggut nyawa pemilik usaha tersebut di tengah kobaran api yang sulit dikendalikan.
Warung yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggal itu berada di Jalan Lingkar Selatan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan. Bangunan tersebut ludes terbakar pada Minggu malam, ketika kobaran api dengan cepat membesar dan melahap seisi warung beserta rumah yang menyatu dengannya.
Warga setempat sempat berjibaku berupaya memadamkan kobaran api yang terus membesar. Upaya itu terhambat oleh banyaknya tabung gas LPG ukuran 3 kilogram serta bensin eceran yang dijual di dalam warung, sehingga proses pemadaman menjadi jauh lebih berbahaya dan sulit dilakukan secara cepat oleh masyarakat.
Di tengah kebakaran tersebut, warga sempat mendengar beberapa kali suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas dan bahan bakar yang tersimpan di dalam warung. Ledakan-ledakan itu menambah kepanikan sekaligus memperbesar risiko bagi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Korban yang tewas dalam peristiwa ini diketahui merupakan seorang pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Palembang. Diduga saat kejadian korban tengah berada di dalam warung dan terjebak di tengah kobaran api karena pintu dalam keadaan tertutup, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran bermula dari adanya korsleting listrik atau arus pendek yang kemudian membakar bagian warung. Petugas PMI dan pemadam kebakaran setempat turut membantu mengevakuasi jasad korban yang masih tergeletak di dalam warung, untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang.
