LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Empat ASN perempuan lapor dugaan pelecehan Kepala Satpol PP Bekasi

Empat ASN perempuan lapor dugaan pelecehan Kepala Satpol PP Bekasi

Empat aparatur sipil negara perempuan di Kota Bekasi melaporkan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang mereka alami. Para korban melapor ke Komisi 1 DPRD Kota Bekasi pada Kamis sore. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi berinisial NS memenuhi panggilan Komisi 1 DPRD untuk dikonfrontasi dengan keempat korban. Menurut korban, dugaan pelecehan itu berlangsung selama berbulan-bulan, termasuk diajak menemani menginap di hotel, sebelum mereka memberanikan diri melawan. Saat menolak atau tidak menjawab panggilan, korban mengaku diancam dengan surat peringatan hingga pemindahan tugas.

Empat aparatur sipil negara perempuan di Kota Bekasi, Jawa Barat, melaporkan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang mereka alami. Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Komisi 1 DPRD Kota Bekasi pada Kamis sore.

Pihak yang diadukan adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi yang berinisial NS. Pada kesempatan itu, NS memenuhi panggilan Komisi 1 DPRD Kota Bekasi untuk dikonfrontasi secara langsung dengan keempat aparatur sipil negara perempuan yang mengaku menjadi korban.

Menurut keterangan para korban, dugaan pelecehan tersebut tidak terjadi sekali dua kali, melainkan berlangsung selama berbulan-bulan. Setelah sekian lama, mereka akhirnya mengumpulkan keberanian untuk melawan dan menyuarakan apa yang mereka sebut sebagai perbuatan atasan mereka.

Para korban mengaku beberapa kali ditelepon dan bahkan diajak untuk menemani NS menginap di hotel. Ajakan semacam itu, menurut pengakuan mereka, ditolak dan bukan hanya terjadi satu kali.

Penolakan itu disebut tidak berlalu begitu saja. Salah satu korban menyatakan bahwa ketika ia tidak mengangkat telepon, muncul ancaman berupa surat peringatan hingga kemungkinan dipindahtugaskan ke tempat lain. Pesan dan panggilan yang masuk juga disebut sangat banyak.

Korban menggambarkan rentetan pesan dan panggilan itu sebagai sesuatu yang sangat mengganggu, termasuk pada malam hari. Kini persoalan tersebut tengah ditangani oleh Komisi 1 DPRD Kota Bekasi melalui proses konfrontasi antara pihak yang diadukan dan para pelapor. Saat hendak dimintai konfirmasi oleh media, Kepala Satpol PP Kota Bekasi disebut memilih menghindar. Sementara itu, jumlah korban diduga lebih banyak daripada empat orang yang sejauh ini telah mengadu.

Loading article...