Dua kelompok warga di Seram Bagian Barat, Maluku, terlibat bentrokan dengan menggunakan senjata tajam. Insiden ini menjadi perhatian aparat keamanan karena melibatkan massa dalam jumlah yang cukup banyak dan berlangsung dalam suasana yang tegang.
Dalam video amatir yang beredar, terlihat bentrokan terjadi antara warga Dusun Ketapan dan Dusun Olas, di Kecamatan Huamual. Warga yang terlibat tampak membawa sejumlah alat, mulai dari batu, parang, hingga tombak, saat saling berhadapan di lokasi kejadian.
Akibat bentrokan tersebut, dua orang warga yang terlibat mengalami luka-luka bacok. Keduanya kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis atas luka yang mereka alami.
Selain menimbulkan korban luka, bentrokan ini juga merusak fasilitas aparat. Dua unit kendaraan polisi, yakni kendaraan roda dua dan roda empat, dibakar oleh massa hingga ludes terbakar di lokasi.
Meskipun petugas gabungan dari TNI dan Polri sudah berada di lokasi, massa tetap bertindak anarkis. Kondisi itu membuat petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk berupaya menghentikan bentrokan yang terus berlangsung.
Beberapa jam kemudian, massa baru dapat dibubarkan setelah aparat gabungan TNI dan Polri menambah jumlah pasukan ke lokasi. Penambahan personel itu dilakukan untuk memastikan situasi dapat dikendalikan dan tidak meluas.
Menurut keterangan kepolisian, bentrokan antarwarga ini diduga dipicu oleh adanya kasus dugaan tindakan pelecehan yang melibatkan warga setempat. Aparat masih mendalami pemicu dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua kelompok warga itu saling serang.
